25

1062 Words

"Aiza cintanya sama Mas, suami Aiza, Fatih Aijaz dan selamanya Fatih Aijaz" Gue beneran udah nangis sesegukan di bahunya suami gue, gue mempererat pelukan gue dan cuma berharap kalau suami gue mau berbalik dan maafin gue, gue beneran gak mau di diemin sama Mas Fatih. "Mas, semuanya gak kaya yang Mas fikirin, Aiza cuma nganggep Kak Adit Kakaknya Aiza dan gak lebih, Mas jangan kaya gini" tapi belum ada respon sama sekali dari Mas Fatih, gue yang masih terisak malah ketiduran sambil melukin Mas Fatih karena gak dapet respon apapun dari suami gue. Paginya gue bangun dan mendapati tubuh gue ada dalam dekapan Mas Fatih, gue yang ngeliat Mas Fatih masih tertidur pulas ngecup kening suami gue dan balik meluk suami gue erat, gue gak mau bangun. "Jangan meluk laki-laki lain tanpa seizin Mas Dek"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD