Bersyukur

2380 Words

Aira membukakan pintu kamarnya, tersenyum karena subuh-subuh begini sudah selesai membuat sarapan. Tanpa di bantu oleh siapapun, bahkan dia melarang bi Asih membantunya. Aira mendekat ke arah ranjang di mana suaminya masih terlelap, Aira pun sangat mengerti. Apalagi Aklil sangat lelah, Aira memposisikan badannya tengkurap di sebelah Aklil, Dia memandang wajah suaminya yang tidur  sangat damai. Aira membelai wajah Aklil, betapa sangat beruntung dirinya mempunyai suami yang dewasa, pengertian. Bahkan jika dirinya punya kesalahanpun Aklil tidak pernah menyalahkannya, Aira semakin takut kalau harus kehilangan suaminya ini. "Mas... " Aira menepuk pelan pipi Akli, belum ada respon dari Aklil.. "Mas bangun. Bentar lagi adzan subuh.. " Kata Aira di telinga Aklil, "Hng?" gumamnya denga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD