Bagian 2

1011 Words
Pagi hari dikorea selatan lebih tepat nya disebuah kamar. Seorang pria tanpa mengenakan baju nya hanya menyisakan celana boxer nya saja, masih berkutat nyenyak dengan selimut kebesarannya. Yuppp namanya adalah Park Jimin seorang bintang Korea yang menjadi aset negara masih berguling nyaman dengan selimut dan kasurnya. Begitu lah Jimin tidur dengan tanpa mengenakan baju adalah kebiasaan setiap hari nya. Ntahlah para Hyung pun sangat hapal dan mewajari suatu kebiasaan yang melekat dan menjadi ciri tersendiri dari seorang jiminshii. " joh-eun achim Jimin", ( dalam bahasa Korea artinya selamat pagi) Taehyung mengetuk pintu kamar Jimin namun sang penghuni kamar tidak menjawab. Ia pun mencoba membuka pintu nya. " Jimin aku masuk ya" melangkahkan kaki mendekati Jimin yang masih nyenyak tidur " O Ju, bahkan sudah mau siang begini dia masih asyik bermimpi. Jiminn come on Jimin bangun Jimin" Taehyung menggoyang kan tubuh Jimin namun sang empu tidak bergeming. ( O Ju artinya ya tuhan). " Kau ini manusia atau kerbau, sulit sekali dibangunkan.. jiminnnn wooyyyy jiminnnn". Teriakan taehyung pun berhasil membangunkan Jimin walau masih dengan kesadaran 50 persen dan mata 30watt wkwkkw " Ne, ada apa? Aku masih mengantuk" kembali tidur dengan posisi tengkurap. ( Ne artinya Ya) " Oh my God Jimin come on bangun, ini sudah mau siang yang lain sedang memasak ayo bangun." " Nanti aku menyusul membantu ketika makanan sudah matang oke". " Aahh tidak itu namanya kau makan, ayo bangun ini sudah siang jangan jadi pemalas." Taehyung meraih tangan Jimin dan mencoba mengangkatnya supaya Jimin terbangun namun dengan posisi tidurpun Jimin masih tetap memejamkan matanya. " Aku sangat mengantuk, semalam bermain game sampai larut, mataku rasanya masih ingin tidur." Taehyung langsung menarik tangan Jimin yang mencoba untuk kembali tidur. " Aniyo Jimin. Kau lanjut kan lagi sjaa tidur mu nanti, tidak baik tidur jam segini ayo bangun kita makan dulu." (Aniyo artinya tidak) Akhirnya jiminpun berdiri, namun langkah kaki nya tetap dituntun taehyung dari depan karna memang Jimin belum sadar sepenuhnya dari tidurr. " Morning guys". Sapa Jimin kepada para member " Arrghh ini dia jagoan kita baru datang" ucapa namjon " Aku sulit membangunkannya jadi lama sekali aku dilamarnya. Ntah dia manusia atau kerbau sulit sekali dibangunkan." Ledek taehyung " Ahh apakah sekarang kau menjadi Suga kedua yang sulit dibangunkan Jim?" Ucapa J-Hope dan disambut gelak tawa para member lain " Kenapa kalian membawa bawa aku" sarkas Suga Hahaahahah semuanya tertawa " Tidak Hyung hanya bercanda" ucap J-Hope sembari mengedipkan mata. " Arrghh masih pagi kau sudah melakukan hal menjijikkan itu"Suga menggeleng kan kepala sembari memberikan mimik menjijikan seolah geli dengan sikap J-Hope. Semua kembali tertawa dan Jimin pun hendak pergi ke kamar mandi. " Aku ke kamar mandi ingin membersihkan muka ku dulu." " Oke" jawab jin dan jungkok, namjoon dan J-Hope memberikan jempol tangan tanda setuju, taehyung yang mengangguk dan Suga yang diam saja sambil mengaduk makanan yang akan disajikan. * Dikamar mandi " Arrghh apa ini? Kenapa aku memimpikan seorang wanita? Bahkan rasanya aku belum pernah bertemu dengannya. Siapa dia? Kenapa ada dimimpiku?tapi kenapa dimimpi itu membuat hasrat ku terbangun sampai ke dunia nyata? Aarrgghh aniyoo aniyoo kau tidak boleh berpikir kotor, ini masih pagi astaga. Sudahlah lebih baik aku cepet membersihkan diri saja." Gerutu Jimin yang masih teringat mimpinya semalam dan rasa hasrat nya pun masih terasa sampai dunia nyata nya. Membuat adik kecilnya berdiri namun ia terus terbayang wajah gadis yang masih menjadi tanda tanya dipikirannya. Sekembalinya Jimin mereka pun mulai bersiap untuk makan bersama sembari berceloteh ringan diselingi canda tawa. sementara itu ditempat yang berbeda seorang gadis dengan map coklatnya sedang duduk diruang tunggu, menunggu giliran ia dipanggil untuk interview pekerjaan disebuah mall yang cukup besar. kemarin seorang temannya yang kebetulan bekerja ditempat tersebut memberitahu Alia bahwa mall tempatnya bekerja sedang membutuhkan beberapa karyawan yang memang ada yang resign karna hamil dan ada yang sudah menikah memilih ikut suaminya. ia berharap semoga dengan ijazah nya ia mendapatkan pekerjaan yang layak dan cukup untuk membantu ornag tua serta dirinya bisa menabung. " Alia Andara Anesha." seorang wanita cantik dengan pakainya jas dan rok selutut nya dipadukan highhels yang tingginya berkisar 5cm memberitahu Alia untuk segera masuk ruang interview. " iya mba saya." " silahkan masuk sudah ditunggu pak manager." " oh iya terima kasih mba." setelah beberapa menit didalam ruang, Alia keluar dengan senyum binar bahagia. ia diterima kerja dibagian lantai dua stand pakaian wanita sebagai penata dan pramuniaga ditempat tersebut. ia pun segera pergi menuju parkiran menaiki sepeda kesayangannya untuk segera pulang dan memberitahu orang rumah kabar membahagiakan tersebut. " assalamualaikum ibu bapak." " waalaikum salam nduk kenapa grusak grusuk ngos ngosan koyo ngene toh?" " buk aku punya kabar bahagia, aku diterima kerja bukkk". " Iyo nduk? tempat yang kemarin kamu melamar kerja itu?." " iya Bu aku keterima dibagian stand pakaian." ." Alhamdulillah ya Allah semoga lancar dan betah ya nduk Alhamdulillah akhirnya usahamu tidak sia sia." " hihi iya Bu Alhamdulillah, Ayu seneng banget." tersenyum girang sambil mencium kedua pipi ibunya ibunya pun tersenyum sembari mengelus kepala Ayu " oya Bu, bapak udah berangkat keliling ya? kok ngga keliatan." " iya nduk bapak baru saja pergi." " yahh tadinya mau kasih tau bapak." " ngga apa apa kan bisa nanti sore, sekarang kamu makan dulu aja ya pasti cape, ibu masakin kesukaan kamu loh." " oh ya Bu? arrgh makasih ibu baik deh." sembari memeluk pinggang sang ibu " ehh emang ibu ngga baik toh selama ini hmm?" " hehehe baik kok baikkk banget. tapi ibu kok ngga berangkat ke rumah bos." " iya bos ibu lagi liburan ke Bali katanya 2 Minggu jadi ibu diliburkan hari dan sampe 2 Minggu kedepan." " ohh gitu, hmm enak ya Bu orang kaya bisa jalan jalan terus." " orang kaya atau tidak itu yang terpenting adalah kita harus pandai pandai bersyukur nduk." sembari tersenyum ke arah putrinya. " iya Bu, ibu bener juga kekayaan mau sekaya apapun ngga bakalan juga kita bawa ketika sudah meninggal " " nahh itu kamu tahu. udah sekarang ayo kamu ganti baju terus makan." " iya Bu aku ke kamar dulu ya." " iya"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD