sudah satu bulan lamanya ayu tinggal dinegri sakura yang kini menjadi tempatnya mencari Pundi pundi rupiah, ahh ralat maksudnya pundi pundi Yen.
walau ada rasa rindu mengingat ia kini jauh dan sangat jauh dari orang tua dan adik adiknya, namun ia ingat bahwa Ini sudah menjadi keputusan awal dan dia sudah tau konsekuensi nya ia akan jauh dari keluarga nya jadi ia harus menerima Dengan lapang dada.
" ehh tau ngga sebentar lagi Bangtan mau kesini loh, mereka bakal ngadain konser disini." seru Chuya si gadis asli Jepang yang menjadi teman ayu dan biasa dipanggil dengan sebutan cha.
" ah yang bener kamu? tau dari mana?." tanya teman ayu yang lainnya bernama nancy, sebenarnya nancy sendiri adalah wanita keturunan bule dari ayahnya yang memang seorang pria asli dari Amerika dan ibunya Indonesia.
jika kalian bertanya mengapa bisa kenal? nancy sendiri adalah anak dari seorang pengusaha kaya raya di Indonesia, ayahnya bekerja sama sekaligus menjadi investor tempat ia bekerja.
lebih tepatnya nancy menjadi bos karna ia ditugaskan untuk menjadi wali ayahnya dalam mengurus cabang perusahaan terbaru nya tersebut karna nancy sendiri yang baru lulus kuliah dan mendapat gelar sarjana manajemen perkantoran itu lebih memilih cabang terbaru ayahnya dengan alasan ia ingin mandiri dan mengembangkan cabang baru ayahnya serta tidak ingin dengan mudah ongkang kaki diperusahan utama yang memang sudah menjadi perusahaan hebat sejak dulu.
ayu dan nancy kenal akrab karna memang nancy memiliki darah Indonesia mewarisi dari sang ibu sehingga ia mudah bergaul dengan ayu yang memang notabennya Indonesia asli.
mereka bertemu tidak sengaja ketika bekerja, ayu sendiri yang menjadi buruh pabrik dan nancy mengawasi nya karna dia memang Alih dalam in dan out nya barang yang aku diekspor ke negara lainnya sehingga ia mengawasi ayu dan tim lainnya bekerja.
" kamu belum liat update terbaru dolanan instakilogramnya Bangtan update? itu ada loh berita nya, udah disetujui malah sama pihak agensinya Bangtan."
" iya? aku belum liat nih dari pagi belum buka handphone ngga tau lagi males aja. btw kapan Cha?." tanya ayu yang mulai ikut gabung duduk bersama temannya setelah mengambil jatah makan siangnya dikantin.
" katanya sih akhir tahun ini jadi kaya konser menyambut tahun baru gitu gengs.'"
" ouh begitu? hah! bagus dong tahun baru nya kita ketemu Bangtan secara live pasti seru banget tanpa kehalang layar handphone atau layar proyektor imitasi yang ngga bisa digapai.
argghh jimin pasti ganteng parah malaikat aku, suami aku harus ketemu sama suami akuu." suara cempreng Lydia si jimin garis keras keras bahkan rasanya perlu ditebalkan dalam pengucapannya karna ia memang fanatik istri Park Jimin sama seperti ayu walau memang Jimin sendiri tidak pernah tau mereka ada atau tidak didunia ini wkkwwk canda guessss
untuk persahabatan sendiri mereka ada 4 orang yang terdiri dari ayu dan Lydia si Indonesia asli, Chuya Jepun asli, dan nancy si gadis blasteran.
selain perbedaan ras, asal dan agama tapi mereka bisa menjadi sahabat dekat dalam kurun waktu 1bulan.
mungkin bisa cepat terjalin dekat karna mereka satu mesh kamar, ya tempat mereka bekerja menyediakan banyak kamar untuk mereka tempati dan dalam satu kamar ditinggali oleh 4 orang walau tidak luas tapi tempat mereka juga tidak terlalu sempit, karna seperti kontrakan pada umumnya yaitu terdapat 2 kamar yang bisa untuk 2 orang, terdapat dapur dan juga kamar mandi yang sudah menyatu didalamnya tanpa harus berebut antri dengan yang lain seperti antrian sembako ckckck.
nancy sendiri walaupun ia anak seorang konglomerat dia lebih memilih tinggal satu mesh dengan teman-teman nya, ia menolak fasilitas yang diberikan dengan alasan nyaman dengan teman temannya padahal tempat nya sendiri difasilitasi AC, tempat tidur empuk, tv kulkas dan lainnya hanya saja mungkin ia sungkan jika harus tinggal ditempat itu sendiri jadi ia memilih dengan temannya dibandingkan harus sendiri.
perbedaan agama juga tidak menjadi hambatan mereka dalam menjalin pertemanan, ya! ayu sendiri lah yang beragam Islam, nancy dan Lydia seorang Kristiani sedangkan chuya beragama Budha namun mereka saling menghormati satu sama lain.
ketika salah satu dari mereka yang sedang melaksanakan ibadah maka yang lainnya akan berdiam menghentikan aktivitas mereka sebagai tanda menghormati sesama ciptaan tuhan walau beda dalam penyampaian ibadahnya.
" aahh harus ngumpulin uang dari sekarang nih kita biar bisa nonton barengan." ayu pun mulai memikirkan untuk menabung karna pasti membutuhkan uang yang banyak.
" iya katanya tempat yang paling depan dibadrol harga 121 Yen."
( jika dirupiahkan kira kira 15juta rupiah)
" yang bener? gilaa parah sih ini parah kita harus nabung dari sekarang buat ketemu Bangtan."
" sabar gengs masih ada waktu 5 bulan lagi, kalian harus semangat nabung ngirit ngirit deh makan mie atau nasi sama garam aja biar irit hahah." nancy yang memiliki gaji lumayan besar dari temannya yang lainnya ikut nimbrung dengan ledekan.
" ah kamu mah enak gajinya lebih gede dari kita, lah kita mpot mpotan nih harus nabung dari sekarang."
" ahaha semangat Lydia sayang pasti bisa kok semangat" gelak tawa nancy tak henti ketika melihat raut wajah membrengut Lydia.
" ehh tapi Cha kalo tiket yang biasa berapa? prices list-nya berapa aja sih?" tanya Lydia
" Baris kedua katanya 80 Yen ( 10 juta rupiah), ketiga 64 Yen (8 juta rupiah), keempat 40 Yen ( 5 juta) dan paling belakang alias terakhir 20 Yen (2,5 juta rupiah)"
" kedua aja kali ya biar ngga terlalu berat" cengir Lydia sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal padahal mah aslinya bingung ya bund mikir duitnya wkwk
" iya ya kita cari aman aja deh biar uangnya cukup buat semuanya, biar kita punya tabungan juga toh baris kedua juga tetep keliatan kan walau ngga sejelas didepan sih tapi seenggaknya kita bisa ketemu Bangtan." ayu memberi saran karna memang baginya ia harus pintar pintar mengelola uang dan tidka boleh dihambur-hamburkan sembarangan karna ada keluarga nya yang membutuhkannya juga.
baginya 10 juta rupiah tersebut sudah cukup besar dan ia tidak ingin tabungan dan uang untuk keluarganya ia gunakan jadi ia akan menabung uang jajannya alias mengirit hihihi
bell tanda jam makan siang telah berakhir pun berbunyi sehingga mereka harus menyudahi acara meeting untuk meet Bangtan dilain waktu atau lebih tepatnya sepulang berkerja.
mereka pun berbegegas membenahi meja dan mencuci tangan mereka sebelum masuk ke tempat produksi untuk melanjutkan tugas mereka.
fyi mereka bekerja dipabrik pembuatan elektronik gitu ya gengs.
aku ngga mau nyebutin merk karna ngga maksud endors dan ini memang fiksi aja yup sebagai penghibur. hihih