"Aku datang untuk menolongmu! Hei! Berhenti meronta! Kami bertarung nyawa bukan untuk hal-hal konyol seperti ini!" Sasha bergegas meraih anak itu meski lengannya diserang dengan gigi-gigi mungil yang kuat. "Gigit saja sepuasmu! Dasar bandel!” gerutunya kesal, lalu meraih serbet kain dari atas konter, menyumpal mulut anak kecil itu. "Dari zero to hero apanya? Kenapa sekarang aku kayak penculik anak-anak? Sial!" Sasha Fahreza menggendong anak itu keluar, melihat Dylan bersusah payah menebas para mayat hidup satu persatu. Bola matanya membesar ketika melihat Pak Doni dan sejumlah sukarelawan ikut bergumul menebas mereka. "Oh! Tidak! Tidak! Ini tidak seharusnya terjadi!" bisik Sasha panik, menurunkan anak kecil yang masih berontak ke atas meja, lalu berteriak marah kepada anak perempua

