Bab 42 Altschmerz

1352 Words

"Kita doakan saja mereka semua selamat. Siapa di antara kalian yang bersedia menjadi asistenku? Kita butuh persiapan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," terang Dokter Daniel, bergegas menuju ruangannya. "Biar aku saja! Tunggu aku, dok!" Farhan menatap ngeri kepada Kevin sebelum menyusul sang dokter. Indah hanya tersenyum kecut melihatnya. "Buat apa mereka bertaruh nyawa menyelamatkan orang bodoh seperti dia?" ucap Kevin tajam. "Dia hanya masalah. Sama seperti yang lain." Indah memandangnya pilu. Pria itu seolah-olah membangun dinding kokoh kepada semua orang, termasuk dirinya. "Kevin…." *** "Alvan! Kami akan menolongmu! Tolong hentikan kegilaan ini!" teriak Dylan yang kini berdiri memunggungi sisi besi penyangga lift transparan. Tali panjang menjuntai di harnesnya. Merek

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD