Karin menguatkan dirinya untuk menatap wartawan itu dengan dingin. Diingatnya wajah kesakitan Ibunya, biar ia tidak menangis. “Rasanya sama seperti orang yang sedang jatuh cinta lainnya. Itu pun, kalau kalian pernah merasakan jatuh cinta!” Tidak ingin berlama-lama lagi berada di sana Karin dengan setengah berlari menjauh dari para wartawan itu menuju trotoar. Dengan cepat ia menghilang di antara orang-orang. Yang sepertinya juga baru keluar dari tempat mereka bekerja untuk mencari makan. Sayup-sayup Karin mendengar suara Ryan memanggil namanya, tetapi ia enggan menghentikan langkahnya. Ia terus saja berjalan dengan cepat, sambil mencari-cari taksi yang lewat. Ia hanya ingin pergi dari kota ini dan menenangkan dirinya di satu-satunya tempat yang ia rasa aman. Karin hampir berteriak keti

