“Kau tentu mengetahui rasa takutku, tetapi aku tidak melihat kau berlari atau berjalan ke arahku! Kau justru berdiri diam di samping wanita yang merupakan cinta pertamamu. Dan aku tidak tahu, apakah kau masih memiliki rasa kepadanya.” Karin melihat Ryan dengan tatapan terluka, karena sikap kasar pria itu. Ryan diam sebentar, kemudian berjalan kembali mendekati Karin. “Aku sudah tidak memiliki perasaan apapun dengan Maurie! Dan aku bukannya hanya diam saja kau tentu mendengar aku memanggil namamu, tetapi kau justru mengabaikan panggilanku dan masuk mobil pria yang baru kau kenal!” Karin mendorong d**a Ryan dengan kepalan tangannya. “Kau hanya mencoba untuk membenarkan dirimu saja dan menyalahkan diriku! Kau sa...” Kalimat yang hendak diucapkan Karin terputus bibirnya dibungkam ciuman ole

