KHAWATIR

1623 Words

Gisel di pulangkan ke apartemen Sean setelah mendapat 2 jahitan di kepalanya. 3 jahitan di kedua lengannya. “Sean, kan gue pingin balik ke kossan.” pinta Gisel. “Nggak. Lo disini aja sampe sembuh.” kata Sean. Kini Sean menyiapkan bubur ayam yang di belinya tadi. “Aaa..” kata Sean di depan Gisel, Sesudah menyiapkan bubur itu untuk di makan Gisel. Kini ia akan menyuapi Gisel. Gisel menatap Sean. Seannya itu sedang memegang mangkok. “Ayo A.. Buka mulutnya.” kata Sean lagi memeragakan membuka mulutnya. Ia mengangkat sendoknya. Gisel tersenyum. Ia membuka mulutnya dan menerima suapan pertama dari Sean. Terus sekarang bagaimana ia akan move on jika Sean saja selalu bersikap manis seperti ini. Sean ini selalu bersamanya sejak kecil. Meskipun Sean memiliki pacar. Sean pasti akan selalu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD