28

1731 Words

Sungguh malang pria yang baru menjadi seorang ayah itu, ingin bermesraan dengan sang istri sebentar saja harus diurungkan lantaran tangisan sang putri. Berakhirlah Galih terlelap dengan sendirinya, setelah Wening membelakangi tubuhnya untuk menyusui Syifa yang tiba-tiba menangis. "Yang bukain bhnya siapa, yang nenen siapa, kamu kok nggak bisa diajak kompromi sih, Fa. Ayah juga pingin lho" Wening hanya dapat menahan tawa mendengar ucapan sang suami, sungguh malang sekali nasib Galih malam ini. Pagi hari setelah sholat subuh Galih dan Wening berpamitan dengan Pak Yanto yang masih belum sepenuhnya bugar. Beliau masih tertidur di kamar sembari memeluk kedua cucu laki-laki yang semalam tidur bersamanya. "Nanti siang biar diambil Mas Galih aja Pak hasil lab-nya. Soalnya Wening nggak bisa la

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD