6

1104 Words

Wening mengamati tubuhnya, dia merasakan perubahan pada bagian tertentu, terutama pada payudaranya. Wening selalu lupa akan niatnya untuk mengecek kehamilan satu sisi dia ragu, rasanya masih terlalu cepat dan dia takut akan kecewa, namun sepertinya kali ini dia harus segera mengecek agar tidak terjadi sesuatu yang dikhawatirkan. "Kenapa, Dik?" Galih memasuki kamar dan mengamati istrinya yang sedang berkaca. "Hm? Nggak cuma lihat ini daster baru, bagus nggak?" Tanya Wening memamerkan daster barunya pada Galih, dia ingin merahasiakan kecurigaannya dari sang suami. "Paket yang kemarin baru datang itu?" "Huum, Mbak Ana aja pingin." Ujar Wening terkekeh mengingat barusan saat Ana, istri dari Masnya Galih terpikat saat melihat status w******p Wening memakai daster barunya. "Kenapa n

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD