Wening mencium punggung tangan suaminya setelah Galih menyelesaikan doa, Galih membalas mencium kening sang istri yang masih mengenakan mukena. "Kenapa, Dik?" Galih merasakan tatapan istrinya berbeda, Wening hanya tersenyum tipis lalu melipat alat sholat mereka. "Jangan keluar dulu, Wening mau ngomong sesuatu sama Mas Galih." Galih duduk di tepi ranjang dan mengamati setiap gerakan istrinya, dilihat Wening mengambil sebuah amplop kecil dari tasnya dan diberikan pada Galih. "Apa nih? Dapat rejeki dari siapa?" Galih tersenyum menerima amplop tersebut. "Rejeki dari Allah, Mas Galih buka gih." Dengan pelan Galih merobek amplop tersebut dan membuka isinya, dahinya mengernyit berusaha memahami apa yang dia pegang dan memastikan jika matanya tidak salah melihat. Alat tes kehamilan dan gari

