19

1286 Words

Galih membuka pintu rumah, suasana minggu pagi ini sedikit berkabut dan tanah masih basah terdapat genangan air akibat guyuran hujan semalam. Setelah sholat subuh berjamaah, mereka memanfaatkan waktu untuk bermesraan di ranjang sembari menunggu waktu untuk jalan pagi. Tidak Galih kalau tidak pandai memanfaatkan waktu, setelah aksi ngambek mereka mengenai mesin cuci itu Galih tak mau lagi mendiamkan istrinya, karena dia paham hal itu akan menjadi boomerang untuknya. Dia kesusahan mendapatkan asupan nutrisi untuknya, bagaimana tidak saat Wening sudah mendiamkannya maka Galih harus memasang jarak jauh untuk mereka, demi kenyamanan ibu hamil. "Ayo? Keburu siang lho." Ajak Galih menyusul istrinya yang masih belum keluar kamar, dan sang istri masih belum bersiap karena kesusahan memasang kaita

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD