35

1535 Words

Wening menghapus air matanya sembari menatap wajah merah Syifa akibat menangis terlalu lama. Bahkan setelah disusuinya pun anak itu masih menangis, lantaran dagunya yang luka akibat terbentur sudut meja. Entah bagaimana kejadian itu, Wening tidak bisa mendengar cerita Ana dengan jelas. Perasaan kalut dan gelisah menguasai Wening kala melihat putrinya menangis keras dengan dagu yang sudah dibalut kain kasa. Hati Wening sakit, kala melihat Syifa menangis kesakitan. "Udah gapapa Mbak, mungkin si adik masih syok. Syukurlah lukanya juga tidak dalam, jadi tidak perlu dijahit. Disusui aja nanti bakal tenang." Kata perawat yang menangani Syifa tadi, Wening pun mengangguk lalu kembali menyusui Syifa yang masih berbaring di brankar pasien. Wening berharap putrinya bisa segera tenang. Sementara itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD