Wening mendesah lega, anak-anak sudah tidur dan tumpukan baju yang baru dijemur sudah dia rapikan di keranjang pakaian sebelum nantinya dia setrika. Kini saatnya wanita itu mengistirahatkan tubuhnya setelah seharian ini lelah fisik dan batin. Sore sepulang menjemput Wening dan anak-anak di rumah mertuanya, Galih langsung pergi takziah rekan kerjanya yang juga rekan Pak Yanto dulu. Sehingga, sampai saat ini laki-laki itu belum juga pulang. "Bun.. Bunda, sudah tidur?" Panggilan dari Mbah Nani mengalihkan perhatian Wening dari layar handphonenya. Wanita itu segera beranjak dan membuka pintu kamar. "Tak kirain sudah tidur." Kata Bu Nani saat melihat Wening muncul dan menyahuti panggilannya, "Ini lho ibu beli lontong sambel tahu, awakmu tadi belum makan toh?" Wening tersenyum hangat. Dia me

