Bab 6. Kegilaan Zhong Limen

1016 Words
Zhong Limen kembali tersenyum karena mimpinya malam tadi sangat mempengaruhi apa yang dilakukan saat ini. "Aku ingin kau terus menjadi orang ketiga dalam rumah tanggaku, Aku sadar jika kau juga menginginkan aku, Cobalah jujur pada hati Claudine Vel! Aku tidak akan pernah memaksa jika kau tidak menginginkannya sama sekali," "Kau gila Zhong Limen, Jangan menyentuhku sesuka hatimu, Kuharap kau kembali pada istrimu," Claudine Vel membuang wajahnya dengan kesal! dia belum berniat sama sekali untuk menceritakan pada wanita ini apa yang terjadi sebenarnya. Biarlah dia tetap pada pikirannya, Zhong Limen Ingin tahu seberapa cinta Claudine Vel pada pria itu, "Aku tidak bisa," Jawab Zhong Limen. "Karena saat ini aku menginginkan dirimu," Perlahan tangan Zhong Limen memasuki lagi pakaian Claudine Vel. Tubuh wanita ini sudah sangat baik,! Bahkan tidak ada lagi penambah energi di tangannya. "Kau akan tinggal di rumahku setelah keluar dari tempat ini,!" "TIDAK," jawabnya. "Kenapa? Aku pikir kau menginginkan hal yang sama denganku, Tapi sayang sekali kau tak bisa menolak apapun saat ini! Raiden Vel sedang berada di Jerman bersama istrinya. Dia harus memenangkan beberapa tender agar Usaha pertanian kalian tidak jatuh terlalu jauh! Kau tahu sendiri, Kerugian Usaha pertanian akibat peristiwa beberapa bulan ini membuat Vel group berantakan." Claudine Vel terdiam, Dia sadar sepenuhnya jika ini pasti terjadi! Bayangkan saja Usaha yang dia lakukan bersama Xion Nian bernilai triliunan rupiah, Dan semua itu hancur berantakan. "Aku tak punya pilihan," Jawabnya. Analika Pirlien dan Raiden Vel berbohong pergi keluar negeri, Mereka berdua sebenarnya tetap ada di rumah. Hanya saja ini adalah keinginan Zhong Limen, Setidaknya dia akan membuat Claudine Vel dalam genggamannya. Lagipula pria itu sudah lama sekali tidak mendapatkan kehangatan. Mulai dari mereka tiba hingga malam menjelang, Raiden Vel berusaha memberikan kode pada Analika Pirlien, Entah kan memang bodoh atau pura-pura tidak tahu, Dia sama sekali tak menanggapi kode yang Raiden Vel lakukan, Membuat pria itu sejujurnya sangat kesal. "Oh tidak!" Analika Pirlien sangat terkejut ketika tangannya ditarik oleh seseorang. BRUK, Jemari yang besar dan lengan yang kokoh tidak mampu memberontak begitu saja. TERNYATA dia Kekasih, Raiden Vel. Apa gerangan dia melakukan pergerakan terhadap Analika Pirlien? Tarikan yang kuat itu membuat tubuhnya terseret begitu jauh memasuki kamar mereka. "Ayo! Ikuti aku." Raiden Vel menarik sembari tersenyum lepas seakan tarikan ini menggoda jiwanya yang sedang membutuhkan seorang pria disampingnya. "Jangan seperti ini!" Pinta Analika Pirlien. Tapi wajahnya seakan menerima ajakan suaminya itu. "Sudah diujung!" Antara gurau dan serius dari Raiden Vel. "Tapi tidak seperti ini juga!" Analika Pirlien merasa sakit dengan rematan jemari Raiden Vel. "Oh, maaf sayang." Raiden Vel mulai melembutkan rematannya, dia merasa ini penyebab Kekasihnya terlihat sedikit kesal. "Aku tahu kamu menginginkannya, Tapi," Analika Pirlien sengaja tidak melanjutkannya karena malu kepada suaminya. Raiden Vel terdiam sesaat menunggu kelanjutan Kekasihnya. "Apa sayang? Bukan maksudku menarikmu dengan kuat tapi perasaan ini yang ingin menarikmu dengan kuat hingga masuk dalam pergulatan diranjang itu." Terang Raiden Vel yang tidak dapat berterus-terang kepada Kekasihnya tapi penyampaiannya sudah mewakili kehangatan jiwanya yang mulai bergejolak. "Oh, Tapi," Terputus kembali apa yang ingin disampaikan Analika Pirlien. "Apa? Jadi penasaran!" Raiden Vel mendekati wajah Analika Pirlien. Analika Pirlien terlihat sangat malu dengan tingkah suaminya saat ini. "Mau tahu!" Raiden Vel tidak dapat berbicara lagi, hanya anggukan lesu dari Raiden Vel menantikan kelanjutannya. "Tapi, Aku juga mau," Analika Pirlien tertawa melihat wajah bingung suaminya dan kini dia menarik suaminy menuju ranjang yang telah siap menerima penyatuan mereka. "Ah, Sayang!" Wajah Raiden Vel mulai tersenyum kembali. "Tunggu apa lagi!" Desak dan pinta Analika Pirlien. Opss, Gejolak Raiden Vel mulai memuncak. Sentuhan yang sangat lembut dalam perasaan yaang memuncak itu. Tidak ada yang mampu menolak bila gairah sudah menguasai diri mereka. Terasa begitu menegangkan dan penuh dengan sensasi yang tak terduga. Sungguh membuat kedua pasangan ini begitu menggila. Pakaian yang menempel pada tubuh, perlahan mulai terlepas dan perasaan Raiden Vel menatap wanita itu memang benar-benar tanpa sehelai benangpun yang menempel. Tangan Raiden Vel merasakan sesuatu yang menonjol saat berada didada wanita itu. Dia mulai ingin meremat dan melumat d**a yang menjulang tinggi. Akh, Suara desahan Analika Pirlien terdengar sayup ditelinganya. Inilah suara merdu wanita yang berada dalam gejolak. d**a Analika Pirlien mulai digigit kecil oleh Raiden Vel. "Tunggu balasanku!" Bisik Analika Pirlien penuh ancaman ditambah dengan wajahnya yang sudah memerah. "Ini yang kau mau?" Raiden Vel tidak dapat menahan bagian sensitifnya yang sudah mulai bergerak naik turun. "Akh, Cukup!" Pinta Analika Pirlien. Dia berusaha mengambil alih suasana. Analika Pirlien mendapatkan junior Raiden Vel. Dia melumat dan meremat benda suaminya serta menggosok perlahan hingga benar-benar berada pada posisi tempur. Tidak sebatas itu saja, Analika Pirlien membuka dan melumat junior yang mengeras itu hingga terdengar suara desahan yang kuat menembus dinding. Analika Pirlien menyempatkan menggigit-gigit kecil ujung ujung junior yang telah terlihat mengkilat. "Sudah siap!" Raiden Vel yang berbaring pasrah harus mengikuti gerakan Kekasihnya. Analika Pirlien mulai memasukkan junior suaminya ke arah area sensitif miliknya. "Apapun perasaanmu, begitu juga perasaanku saat ini. Jadi nikmatilah!" Senyum Analika Pirlien dan desahan mereka beriringan. "Akh," Suara itu berulang memecahkan keheningan kamar hingga menjalar keluar kamar. Pinggul bergoyang cepat hingga menimbulkan percikan gejolak tidak dapat dikendalikan. Suara meraung hebat dengan geliat tubuhnya yang tak terkendali. Menahan rasa perih yang saat ini menyelimuti dirinya. Oh, Raiden Vel merasakan adanya sesuatu yang mengalir hebat dan siap menyembur. "Seksi sekali sayang!" Racau Raiden Vel dengan perasaan yang tak menentu. Dan akhirnya, tidak terbendung lagi aliran panas itu keluar dengan derasnya ke tubuh Analika Pirlien. “Keluar,” Itu kata-kata yang disebut Raiden Vel berulang kali. "Akh, Terasa panas ditubuhku!" Ucap Analika Pirlien yang menikmati pelepasan gairah dalam penyatuan ini. Mereka berdua masih berpelukan di atas ranjang. Raiden Vel mengusap rambut indah Kekasihnya, Lalu dia berkata. "Aku akan menceritakan sedikit padamu tentang apa yang Natalie Vloncer katakan padaku. Dia bilang kamu miliki pria yang sangat dicintai, Dia bernama Jonathan Melos, Apa itu benar?" Lama Raiden Vel menunggu jawaban dari Kekasihnya, Saat dia menatap kembali ternyata wanita itu sedang tertidur pulas. Melihat hal tersebut, Raiden Vel yang ingin mendengar jawaban dari Analika Pirlien pun menjadi sangat lesu. "Aku harus bagaimana menghadapimu jika seperti ini, Aku menginginkan sebuah jawaban, Tapi aku takut bertanya untuk kedua kalinya,"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD