Raiden Vel hanya tersenyum dan tidak memikirkan apapun yang terjadi, lalu dia menghampiri Kekasihnya dan mengecup kening Analika Pirlien dengan lembut, "Aku sangat mencintaimu. Anak ini adalah kebahagiaan kita selama nya. Jangan sampai membuat diri kita akan berpisah selama nya dan selalu bersama selama nya."
Senyuman Analika Pirlien begitu bahagia, tidak bisa dia pastikan akan bagaimana nanti kalau dia akan selalu melakukan yang terbaik untuk Raiden Vel suaminya.
Begitulah yang dirasakan Raiden Vel saat ini dia ingin merasakan kebahagiaan tersendiri tidak ada satupun yang bisa menggantikan posisi Raiden Vel dihati Gresia, setiap Getaran yang diberikan adalah sebuah keinginan nyata tanpa biasa dari permasalah datang begitu saja dan berakhir dengan bahagia.
"Kenapa kau senyum-senyum sendiri seperti itu? Hmm, Senyuman yang sangat mencurigakan." Ucap Raiden Vel.
Terdengar kekehan Analika Pirlien yang membuat Raiden Vel bingung. Dan wanita itu berkata " Kau ini kenapa malah bertanya begitu? Memang ada yang salah pada diriku Jika aku ingin tertawa ataupun tersenyum, disini aku juga berharap tidak ada permasalahan diantara kita dan juga aku berharap di dalam perjuangan itu pasti ada keinginan."
"Apa keinginan terbesar kau?" Tanya Raiden Vel sambil mengelus rambut Analika Pirlien dengan lembut.
"Hmm, Keinginan terbesar untuk semua orang terutama seorang wanita yang hamil yaitu selalu diberi perhatian kepada suaminya dan selalu sehat serta bayi yang dikandung, itu sangatlah gampang tapi menurutku harus Bagaimanapun kita harus bertahan disini aku mulai belajar untuk menjadi seorang ibu." Ucap Analika Pirlien dengan wajah yang sangat bahagia.
"Syukurlah, kalau begitu kalau niat baikmu akan didengar sama Tuhan, aku juga berharap kalau semoga sehat-sehat saja dan kebahagiaan kita akan selalu ada, jangan pernah menyerah untuk selalu lu berada di sisi bersama sama." Ucap Raiden Vel yang selalu mengelus rambut Kekasih nya dengan lembut.
Entah mengapa suasana mereka begitu semangat Indah saja tanpa harus beriringan satu persatu, begitu bahagia mereka jalani bersama tanpa ada yang memikirkan satu sama lain.
Bragh,. Terdengar suara yang sangat kuat dari kamar, Raiden Vel yang sedang duduk ke bingungan saat mendengarkan itu langsung berlari dengan jenjang menuju kamar.
"Suara apa itu?" Ucap Raiden Vel yang begitu langsung kepikiran kepada Kekasihnya Analika Pirlien.
Hempasan pintu itu sangat kuat, terlihat jelas Analika Pirlien yang sudah terduduk kesakitan di lantai, melihat semua barang di meja Rias sudah terjatuh.
"Aw, Sakit, Raiden Vel, tolong!" Ucap Analika Pirlien.
"Ya Tuhan, Apa yang terjadi sayang? Apakah ada yang terluka?" Tanya Raiden Vel yang sangat panik.
"Perutku sakit Raiden Vel! Tadi nya aku sedang ingin berdiri untuk mengambil air minum, ternyata sakit ini tidak tertahan kan, entah kenapa dan aku terjatuh membuat semakin sakit." Ucap Analika Pirlien yang sedang menjelaskan.
Raiden Vel langsung menggendong dia ke tempat tidur, agar dia bisa beristirahat. Tiba-tiba Raiden Vel tidak sengaja melihat ada darah yang keluar kan membasahi dress yang di pakai oleh Analika Pirlien.
"Kau harus aku bawa ke Tabib, ini tidak bisa aku melihatnya!" Ucap Raiden Vel.
"Apa yang terjadi?" Analika Pirlien yang tidak merasakan kalau ada yang keluar dari jalan lahir nya.
Dia masih tetap saja terdiam dan tidak mau menjelaskan apapun agar Gresia tidak panik saat dia mengetahui kalau dia mengeluarkan darah yang sangat banyak, Sesampainya di Pendopo Tabib Raiden Vel tidak menunggu lagi tenaga medis dan dia langsung menggendong Kekasihnya menuju ruangan agar di periksa secara langsung.
Wajah kekhawatiran itu terlihat sangat jelas dari raut wajah Raiden Vel, dia masih menunggu hasil yang telah dilakukan oleh Tabib titik kegelisahan itu begitu saja tanpa harus dia berpikir panjang.
"Semoga saja dia tidak kenapa-napa, Aku begitu sangat khawatir Apapun yang terjadi pada dia itu Semua menjadi tanggung jawab ku! Sial Kenapa aku tidak berada disampingnya tadi. Aku sangat menyesal! Jangan sampai ada orang tahu kalau dia sedang berada di Pendopo Tabib, kalau itu terjadi akan membuat semua orang akan heboh." Ucap Raiden Vel di dalam hati nya.
Tidak lama Tabib itu keluar dan bertemu dengan Raiden Vel, saat itu tidak sengaja Raiden Vel berpaspasan dengan Tabib tersebut lalu dia bertanya, " Tabib apa yang sudah terjadi pada Kekasihku? Kenapa Darah itu banyak keluar dan apa yang terjadi pada bayi yang dikandungnya?"
"Iya pak tenangkan dirimu, Kekasih anda tidak kenapa-napa sekarang dia membutuhkan banyak istirahat jangan sampai dia mengalami benturan yang sangat keras lagi itu akibat dia sudah pernah terjatuh dan rahimnya begitu lemah, Jadi aku harap jangan terulang. Kalau begitu saya permisi untuk ruangan saya jika anda ingin melihat Kekasih Anda silakan masuk ruangan keperawatan." Ucap Tabib yang memeriksa langsung pergi meninggalkan Raiden Vel.
Dengan cepat dia langsung menemui Kekasih nya yang masih belum sadarkan diri, air mata Raiden Vel terjatuh begitu saja. Dia menatap sangat dalam dan membuat dirinya tidak kuat lagi, pria tersebut menggenggam tangan Analika Pirlien.
Raiden Vel berkata "Analika Pirlien, bangun lah, aku tidak kuasa menahan nya dan aku tidak kuasa ingin terus melihat kau bahagia Tetapi disaat kau lagi seperti ini aku tidak mau, aku berjanji aku kan selalu menemanimu juga sama butuhkan. Aku sangat kacau! Seharusnya aku tidak ceroboh."
Tangisan Raiden Vel begitu sangat mennyesakkan, tiba-tiba Analika Pirlien menggerakkan tubuh nya dan perlahan membuka mata sambil berkata "Raiden Vel, kenapa kau menangis seperti anak kecil begitu? Berhentilah Raiden Vel!"
Raiden Vel langsung terdiam dan memandang wajah Kekasihnya, "Analika Pirlien untunglah kau sudah sadar aku tidak tahu harus bagaimana menghadapi satu-persatu permasalahan, padahal aku tadi berpikir kalau kau tidak sadar-sadar juga sangat khawatir. Jangan membuat aku seperti itu lagi aku berharap kau baik-baik saja dan tidak melakukan apapun demi kebaikan bayi yang kau kandung."
"Hehee, Kau ini ternyata lucu juga di lihat-lihat. Ternyata dia yang aku kenal yang begitu sangat tiba-tiba berubah seperti itu. Aku juga bingung kenapa jadinya sampai detik ini aku tidak tahu apa yang terjadi permasalahan yang datang itu pasti akan ada Makanya kita di suruh bersabar. " Ucap Analika Pirlen sambil terkekeh kepada Raiden Vel.
Raiden Vel memasang kan wajah yang memerah, dia merasa malu, "Berhentilah Analika Pirlien! Aku memang sangat lemah seperti ini, apalagi kekhawatiran yang datang siapa yang tidak menyukai hal itu juga bagaimana pun semua seorang suami dan calon Ayah itu akan merasakan! Kau ini malah menjadi permainan saja."
"Hahaha, Sudahlah, jangan mempermasalahkan hal itu, aku berharap kau bisa merasakan bagaimana nanti kalau kau akan menjadi seorang Ayah, pasti sangat bahagia anak ini selalu ada super hero yang menjaga nya." Ucap Analika Pirlien sambil menggenggam tangan Raiden Vel.
"Hahaha, sepertinya begitu Aku juga berharap semoga saja ini menjadi suatu keinginan nyata, seorang ayah pasti akan menjadi superhero untuk anak tidak pernah aku lupa apa tanggung jawab aku untuk sekarang. Yang pertama aku harus menjaga Kekasihku dan anak yang berhadapan dengan yang kedua aku harus selalu ada untuk Kekasihku." Jelas Raiden Vel yang sudah merasa lega melihat Analika Pirlien tertawa.
" Iya, Aku sedih bahagia apa yang telah dilakukan, saat ini aku juga berharap tidak terjadi apa-apa semoga aku sehat. Oh iya emangnya aku harus dirawat? Aku sangat bosan kau juga begitu terus. " Tanya Gresia kepada Raiden Vel yang sedang duduk di samping nya.
" Iya, jadi Tabib itu menjelaskan kalau kau harus beristirahat terlebih dulu tidak melakukan aktivitas yang lain ya seperti biasa lah yang hobinya kaos suka bersih-bersih itu untuk sementara waktu aku akan mengerjakannya semua, dan dan untuk dirawat Iya Berapa hari aku disini Jangan khawatir aku akan selalu ada jatah liburan aku masih ada kok. " Ucap Raiden Vel kepada Analika Pirlien.