Bab 133 Melihat Aira yang sedang sibuk di dapur, Kania akhirnya berdiri. Ia mendekati perempuan itu di dapur. "Biar saya bantu ya, Aira," ucap Kania lembut seraya menghampiri Aira di dapur, melepas jas luarnya dan menyingsingkan lengan bajunya. "Eh, nggak usah, Nyonya Kania ... biar Aira saja," balas Aira santun, merasa tidak enak hati. "Sudah, nggak apa-apa. Saya senang sekali bisa masak bareng kamu lagi," balas Kania dengan senyum hangat. “Em, baklah, Nyonya.” Aira akhirnya terpaksa menerima bantuan Kania. Pada saat Kania ikut mengaduk sup di atas kompor, Sisi yang berusia kecil dan menggemaskan berlari-lari kecil mendekati Aira. Ia menatap perempuan bercadar itu dengan mata bulatnya yang sarat akan rasa ingin tahu. "Kak Aira! Kak Aira lagi buat apa?" tanya Sisi riang sambil men

