Bab 34

3410 Words

“Nggak!” Penolakan itu keluar tegas dari mulut Aira. Perempuan tersebut menggeleng kuat-kuat sambil berusaha menarik tangannya dari genggaman Respati. Dadanya naik turun cepat. Matanya sudah dipenuhi ketakutan yang sulit disembunyikan. Ia tidak mau membunuh siapa pun. Dengan alasan apa pun, mengambil nyawa seseorang bukan sesuatu yang bisa diterima nuraninya. Respati berdiri tepat di belakang tubuh Aira. Postur pria itu menjulang, menekan seluruh ruang gerak perempuan tersebut. Satu tangannya tetap menahan genggaman Aira agar pistol itu tidak jatuh, sementara tangan satunya melingkar dari belakang dan mencengkeram pipi sang istri kasar. “Bantah saya, kamu? Hm?!” Bisikan rendah itu jatuh tepat di telinga Aira. Napas Respati menerpa sisi wajahnya yang tertutup cadar. Dari jarak sedekat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD