Bab 155

4985 Words

Mobil Respati baru saja memasuki halaman mansion pribadinya ketika lampu depan menyorot sosok Brian yang berdiri menunggu di dekat pintu utama. Alih-alih seragam kerja yang biasa dipakai, asisten pribadinya itu sudah mengenakan jaket kulit tipis. Respati turun dari mobil dengan raut wajah sedikit lelah setelah pertemuan panjang dengan orang tuanya. Namun, kehadiran Brian dengan penampilan yang tidak biasa itu langsung menarik perhatiannya. Pria tersebut menyipitkan mata, memperhatikan gerak-gerik asisten pribadinya yang biasanya selalu siap dengan pakaian formal yang terikat rapi. “Tuan,” sapa Brian begitu Respati melangkah mendekat, suaranya terdengar sedikit kaku, berbeda dari nada tenang yang biasa ia tunjukkan. “Boleh saya minta izin?” Respati mengernyitkan dahi, menghentikan langk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD