Bab 166

4972 Words

Di rumah Kallandra .... Malam sudah merambat makin larut, tetapi matanya sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kantuk. Ia duduk di tepi ranjang, jaketnya masih melekat di tubuh meski sepatunya sudah ia lepas sembarangan di dekat pintu. Pikirannya terlalu penuh untuk sekadar memikirkan kenyamanan fisik. Bayangan Aira yang keluar dari arah gudang tadi sore terus berputar tanpa henti di kepalanya. Langkah limbung itu, tatapan kosong yang begitu asing dari sosok yang biasanya begitu tenang dan hangat, semuanya menyisakan kegelisahan yang tidak bisa ia abaikan begitu saja. Pria itu bangkit dari ranjang, melangkah menuju jendela kamar yang menghadap langsung ke arah kota yang masih berkelap-kelip meski waktu sudah cukup larut. Tangannya menyentuh dagu sendiri, mencoba menyusun kembali set

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD