Bab 230

5000 Words

Brian. Aira mengenali nama itu. Asisten pribadi Respati, orang yang selalu berdiri satu langkah di belakang pria itu di setiap kesempatan. Ia mengangkat wajah, menatap sahabatnya. Aurel sudah lebih dulu meraih ponselnya, membalik layar ke bawah dengan gerakan yang terlalu cepat untuk disebut kebetulan. “Bentar, Ra.” Aurel berdiri, menarik kursinya ke belakang. “Gue angkat telfon dulu.” Aira mengangguk pelan, membiarkan Aurel melangkah ke belakang kafe, melewati pintu menuju area yang lebih sepi. Ponsel sudah menempel ke telinganya bahkan sebelum sampai di sana. Aira menatap punggung sahabatnya sampai menghilang di balik sekat. Ia mencoba tidak memikirkannya. Mungkin Brian yang dimaksud orang lain—nama itu cukup umum. Namun ada sesuatu dari cara Aurel membalik layar ponsel tadi yang ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD