Rapat pagi ini berlangsung lebih lama dari perkiraan Aira, membahas rencana kegiatan tahunan sekolah bersama beberapa perwakilan yayasan pendidikan yang menaungi TK tempatnya mengajar. Ia melangkah keluar dari ruang pertemuan hotel tersebut dengan langkah sedikit lelah, menenteng map berisi berbagai dokumen yang baru saja dibahas panjang lebar. Sepanjang rapat tersebut, pikirannya sesekali melayang, memikirkan kembali makan malam beberapa hari lalu yang begitu menguras emosi. Ia berusaha keras menepis bayangan tersebut, fokus pada agenda yang sedang dibahas, meski sesekali kegelisahan itu kembali menyusup tanpa diundang. Lobi hotel tersebut begitu ramai siang itu, dipenuhi tamu yang lalu-lalang dengan berbagai keperluan masing-masing. Aira melangkah menyusuri lantai marmer yang mengilap,

