Kulirik jam di pergelangan tangan dan waktu menunjukkan pukul empat sore, kuajak Alexa untuk segera menaiki mobil dan meluncur pulang. Setelah pemeriksaaan tadi aku dan dia memilih untuk lebih banyak bungkam, apalagi ketika kecanggungan di ruang dokter yang menanyakan siapa ayah bayi, mana pasangan dari ibu mengandung dan masih banyak lagi, dan kesemua itu, aku nyaris bingung untuk memjawabnya. Kuajak dia mampir di toko buah untuk membeli tambahan nutrisinya, kubelikan juga ia s**u dan yohurt juga di franchise terdekat. Sekali lagi, ini bukan tentang kelapangan hatiku menerima kekasih suami, tapi tentang bayi tak bersalah yang kini harus kujaga demi mertua dan tanggung jawabku sebagai istri mas aldo. Aku tahu, aku begitu tak ingin dengan mudah melepasnya, aku juga tahu, aku melapangka

