Selama dua jam terakhir Jian sibuk dengan berkas berkas yang menumpuk di meja kerjanya, belum lagi dia harus mengatur jadwal untuk pertemuan dengan Arsen. Grup untuk yang pertama kalinya namun gerakan Jian terhenti ketika tiba tiba ponselnya berdering membuat Jian langsung meraihnya, di lihatnya sebuah pesan masuk dari Jasmin membuat Jian menaikkan sebelah alisnya setelah itu membaca isi pesan tersebut
" Kau sudah makan siang,? Jika belum datangkah keruanganku" Begitulah isi pesan singkat yang Jasmine kirimkan membuat Jian menatap kearah jam di pergelangan tangannya ternyata hanya tinggal tiga puluh menit menuju jam makan siang membuat Jian langsung membereskan semua dokumennya setelah itu menutup Layar laptopnya sebelum bergegas menuju ruangan Jasmine.
" Masuklah" Seru jasmine saat Jian mengetuk pintu ruangannya, Jian masuk namun baru beberapa langkah dia berhenti dan menatap meja didepanya yang sudah penuh dengan makanan.
" Kemarilah kita makan siang bersama" Ucap Jasmine membuat Jian mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum kembali berjalan menghampiri nya dan duduk tepat di hadapannya, Jian masih terdiam saat Jasmine mengambilkan makanan untuknya
" Makanlah,!" Ucap Jasmine sambil memberikan piring untuk Jian namun Jian hanya terdiam sambil menerimanya
" Kenapa hanya diam saja,? " Tanya Jasmine saat menyadari jika Jian masih belum memakan makanannya
" Tidak hanya saja____ apa ada sesuatu yang membuat Anda senang" Tanya Jian membuat gerakan tangan Jasmine yang hendak menyuapkan makanan ke mulutnya terhenti.
" Tidak memang nya kenapa,?" Jawab Jasmine membuat Jian hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" Tidak saya hanya penasaran saja" Ucap Jian setelah itu mengalihkan pandangan nya pada makanan yang ada di tangannya sedangkan Jasmine menatap Jian dengan alis terangkat setelah itu mengangkat bahunya acuh dan memilih untuk kembali melanjutkan makannya,
Sesekali Jian menatap ke arah Jasmine yang terlihat lahap dan detik berikutnya Jasmine kembali mendongak menatap kearah Jian membuat pandangan mereka beradu
" nanti kau tidak perlu mengantarkanku pulang "ucap Jasmine membuat kening Jian mengerut
" kenapa,?” tanya Jian membuat Jasmine meletakkan piring yang berada di pangkuannya
" aku ada acara Pertemuan dengan teman sekolah-ku jadi nanti sore aku akan bersiap-siap untuk pergi ke salon dan juga menyiapkan penampilan untuk nanti malam, jadi lebih baik kau pulang terlebih dahulu ke rumah aku akan menyuruh Sopir untuk mengantar aku” ucap Jasmine membuat Jian pun menggelengkan kepalanya
"tidak perlu menyuruh supir aku yang akan langsung mengantarmu" ucap Jian membuat Jasmine menatapnya sambil memicingkan matanya
"kau yakin?” tanya Jasmine membuat jian terdiam sejenak
"tentu saja daripada sopir yang mengantar Bukankah Lebih baik aku sendiri "
"bukan seperti itu maksudku, Apa kau tidak akan bosan menungguku, kau tahu bukan untuk persiapan seorang wanita itu tidaklah Sebentar aku yakin kau pasti akan mengumpa, menggerutu atau apapun itu di belakangku nantinya" ucap Jasmine membuat Jian hanya menampilkan ekspresi datarnya
“ tidak masalah aku bisa menunggunya selama apapun itu "ucap Jian membuat Jasmine menatapnya dengan tatapan penuh tanya
"tidak-tidak Lebih baik kau kembali saja ke rumah aku lebih nyaman diantar oleh supir setidaknya dia bisa ku suruh untuk membawakan belanjaan ku nanti "ucap Jasmine kembali membuat Jian pun kembali menolak keinginan dari istrinya tersebut
“ kamu juga bisa menyuruhku untuk membawakan belanjaan mu, memangnya kenapa? "Tanya Jian membuat Jasmine Entah kenapa merasa enggan, mungkin selama di kantor Jasmine memang sering menyuruhnya untuk melakukan pekerjaan kantor namun ini berbeda
"Aku tidak mungkin menyuruhmu untuk terlihat seperti bodyguard-ku dengan membawa belanjaan ku lebih baik aku pergi bersama sopir saja "tolak Jasmine kembali membuat Jian terdiam sepertinya tidak ada cara lain untuk membantah keinginan istrinya tersebut ia tidak ingin merasa canggung Jika dia terus memaksa
"jam berapa acaranya?" Tanya Jian
“ jam 8 malam dan aku akan memastikan bahwa sebelum tengah malam aku sudah akan kembali ke rumah Jadi kau tidak perlu khawatir dan tidak juga menungguku "ucap Jasmine yang sepertinya sudah tahu apa yang akan Jian tanyakan kepadanya pasti suaminya tersebut akan menanyakan jam berapa dia pulang dan juga mencemaskan keadaannya seperti saat ia mengikutinya ke klub dan kali ini Jasmine tidak ingin suaminya tersebut juga ikut-ikutan an datang tiba-tiba menemuinya di acara reunian bersama teman-temannya.
Jasmine bukan nya malu, hanya saja dia tidak ingin acaranya kali ini benar-benar rusak karena Jasmine benar-benar rindu dengan teman-teman masa sekolahnya meskipun dengan 3 temannya sebelumnya sudah sering bertemu tapi bertemu dengan yang lainnya membuat Jasmine sedikit antusias
"Baiklah kalau begitu Lebih baik aku juga menerima tawaran dari Arsen grup untuk membahas tentang kerja sama Kita, kebetulan mereka mengirim email dan mengatakan bahwa pimpinan dari Arsen Group meminta untuk membahasnya di acara makan malam nanti secara tidak langsung Mereka mengundang kita untuk makan malam "ucap Jian membuat Jasmine menganggukan kepalanya
" Baiklah kalau begitu aku akan menyerahkannya Pada Mu berhubung aku ada acara lain Jadi kau bisa menghadirinya bagaimana? "Tanya Jasmine membuat Jian hanya bisa menganggukkan kepalanya toh sebelumnya juga Jasmine sudah menyerahkan semua wewenangnya untuk bekerja sama dengan Arsen kepada nya
"Baiklah” ucap Jian
" Baiklah kalau begitu Ternyata kita mempunyai acara masing-masing nanti malam Semoga kau juga menyenangkan dan kerja sama kita dengan Arsen berjalan dengan baik "ucap Jasmine dengan senyum lebarnya membuat Jian hanya bisa terdiam menatap senyum dari istrinya tersebut yang jarang sekali dia lihat selama tinggal bersama Jasmine.
Jian memang jarang sekali melihat Jasmine tersenyum entah karena dia masih merasa sedih atau memang Aslinya memang seperti itu tapi ketika Jasmine menampilkan senyum nya benar-benar membuat seseorang yang melihatnya pasti akan terpaku
“kalau begitu kita lanjutkan makan siang kita, Aku sengaja beli banyak hidangan karena sepertinya kita harus mempunyai cukup tenaga untuk menyambut malam kita nanti" ucap Jasmine dengan nada riangnya membuat Jian hanya menganggukkan kepalanya dan menuruti semua keinginan Jasmine toh dia pun tidak bisa menolak hanya untuk menghabiskan hidangan yang memenuhi mejanya kini dan sepertinya Jian harus kembali berolahraga kembali untuk menghancurkan lemak lemak yang sepertinya beberapa saat lagi akan masuk ke dalam tubuhnya meskipun bisa dikatakan Jian jarang untuk berolahraga di luar rumah tapi Jian selalu menyempatkan untuk treadmill kapan pun dia bisa sekedar untuk menjaga kesehatan dan juga kebugaran tubuhnya dan Entah kenapa Jian merasa jika kecanggungan diantara dirinya juga Jasmine mulai terkikis sedikit demi sedikit, dia sudah bisa mengobrol dengan Santai dengan Jasmine begitu pun dengan Jasmine yang menerima keberadaannya tidak sekaku saat pertama mereka tinggal bersama atau mungkin terbiasa mereka menjadi dua orang yang memang dipaksa untuk menerima satu sama lain tapi bagi Jian itu satu kemajuan yang cukup berarti meskipun mungkin Jasmine belum bisa menganggapnya sebagai teman dalam hidup nya