Husband 26

1059 Words
Jian membulatkan matanya ketika merasakan bibir lembut Jasmine yang bercampur dengan bau alkohol menempel dengan bibirnya bahkan Jasmine semakin menarik Jian untuk lebih mendekat ke arahnya membuat Jian bahkan tidak bisa hanya untuk menjauh dari Jasmine membuat nya hanya bisa mengulurkan Tangannya dan memeluk pinggang Jasmine untuk menempel dengan tubuhnya, tubuh Jasmine yang terasa dingin membuat Jian semakin mengeratkan pelukannya sedangkan Jasmine kini mengulurkan tangannya untuk merangkul leher Jian. Jian merasakan pergerakan yang jasmine lakukan yang mulai melumat bibirnya dengan lembut membuat Jian akhirnya tidak berpikir panjang lagi untuk membalas setiap pergerakan yang Jasmine lakukan mengecap dengan lembut, Bagaimana bisa istrinya tersebut mulai menjelajah setiap inci bibir nya dan ketika Jasmine semakin menariknya untuk lebih mendekat membuat Jian lebih leluasa untuk memperdalam ciuman mereka sampai akhirnya dia melepaskan pagutan bibir mereka ketika merasakan Jasmine memerlukan nafas untuk menyadarkan dirinya. Jian tidak tahu apakah Jasmine di detik berikutnya akan langsung mendorongnya dan mengatakan bahwa kejadian yang baru saja menimpanya hanya karena pengaruh alkoholnya atau sebaliknya membuat Jian hanya terdiam sambil menatap manik mata Jasmine yang juga kini menatapnya, jarak mereka benar-benar sangat dekat membuat sapuan hangat nafas mereka saling menerpa wajah mereka masing masing yang terasa hangat. Jasmine kemudian menarik jaket yang Jian kenakan setelah itu mulai memperhatikan setiap inci sisi Sisi wajah Jian dan menyusuri rahang tegasnya setelah itu mulai melepaskan kacamata yang bertengger di Pangkal hidungnya barulah Jasmine bisa melihat bagaimana indahnya mata Jian tanpa penghalang sedikit pun membuat Jasmine sepertinya tertarik oleh mata tajam tersebut " Bisakah kau memperlakukanku seperti biasanya, karena kau sudah berjanji pada daddy untuk terus berada di sampingku Untuk itulah Aku tidak ingin melihatmu bersikap menyenangkan kepada wanita lain” ucap Jasmine sambil menatap manik mata Jian " Aku mengatakan semua ini dalam keadaan sadar meskipun sebelumnya aku sudah meminum banyak alkohol tapi aku yakin ini yang aku inginkan bukan masalah pekerjaan yang menumpuk di kantor yang membuatku seharian ini merasa kesal tapi sikapmu yang belakangan ini membuatku tidak bisa fokus untuk bekerja” lanjut Jasmine namun saat Jian hendak menjawab perkataan dari Jasmine, Jasmine langsung meletakkan jari telunjuknya pada bibir Jian yang entah kenapa membuat Jasmine ingin kembali merasakan bagaimana jika dirinya menempelkan kembali bibirnya “ aku tidak ingin bantahan apapun darimu Dan jangan tanyakan apapun dengan sikapku ini” ucap Jasmine Yang sepertinya tahu apa yang ingin Jian katakan padanya “Bisakah kau menuruti perkataanku ini Jika kau terus seperti ini aku benar-benar tidak bisa melanjutkan pernikahan ini "ucap Jasmine membuat Jian hanya terdiam dan kembali menelan semua perkataan yang hendak dia ucapkan, Jasmine kemudian kembali menarik uluran tangannya pada bahu Jian namun pandangannya tetap tertuju pada wajah suaminya tersebut terutama pada bibir nya membuat Jasmine lagi-lagi mendekatkan wajahnya sambil memejamkan matanya Jasmine tidak memikirkan lagi Bagaimana dirinya akan malu saat besok pagi ketika dia tersadar, yang Jasmine pikirkan saat ini hanyalah dirinya ingin kembali merasakan kedekatan bersama Jian ketika bibir mereka menyatu, Jasmine akan menanggung semua rasa malu itu besok pagi dan kali ini dia hanya akan bersikap Masa bodoh. seperti ciuman mereka dari awal Jian pun membalasnya ketika Jasmine menggerakkan bibirnya Jangan berpikiran yang sama dengan Jasmine yang tidak tahu apakah Jasmine akan mengingat tindakannya ini atau tidak yang jelas Jian hanya akan mengikuti apa yang Jasmine lakukan. Jian  kemudian menarik pinggang Jasmine dengan tangan lainnya dan mulai menekan tengkuk Jasmine dan memperdalam ciumannya ketika Jasmine mulai membuka celah pada bibirnya membuat Jian langsung menyeruskkan lidahnya mengabsen setiap deretan gigi dan mulai mencari lidahnya untuk saling membelit satu sama lain merasakan bagaimana hangatnya rongga mulut Jasmine yang terasa oleh Jian, begitu pun dengan Jasmine yang semakin mencengkeram bahu Jian dengan kuat ketika satu lenguhan lolos dari mulu nya ketika dia mulai menyecap lidah nya  dengan kuat dan setelahnya Jasmine merasa kecewa ketika Jian melepaskan pagutan bibir mereka begitu saja. Jian kemudian menatap manik mata Jasmine setelah itu menangkup kedua wajahnya yang terasa hangat  "ini sudah malam aku yakin kau butuh istirahat" ucap Jian yang kini mulai bersikap seperti biasa yang Jasmine inginkan membuat Jasmine terdiam tanpa protes sedikit pun "besok kita akan mengadakan rapat penting dan aku tidak ingin para klien kita masih mencium bau alkohol atau melihat mu dengan keadaan yang kacau "lanjut Jian kembali membuat Jasmine tersadar bahwa dirinya tidak sedikit meminum minuman alkohol tersebut " Ya aku tahu untuk jadwalku besok "jawab Jasmine seolah tidak  mempermasalahkan apa yang baru saja dia lakukan sebelumnya “Baguslah kalau begitu Jadi sekarang Lebih baik kau bersihkan diri terlebih dahulu , aku akan mencarikan obat untuk meredakan rasa pusing mu itu agar Besok pagi kau lebih merasa baikan "ucap Jian ndak berbalik meninggalkan Jasmine namun lagi-lagi Jasmine menarik ujung jaket yang Jian kenakan membuat Jian terhenti dan berbalik menatap ke arah istrinya tersebut “ kau tidak perlu membelikannya Aku mempunyai obat itu" ucap Jasmine namun masih belum melepaskan pegangannya pada ujung jaket yang Jian kenakan "kalau begitu langsung minum dan istirahat "ucap Jian membuat Jasmine hanya terdiam, Jian kemudian menatap kearah tangan Jasmine yang masih memegang ujung jaketnya membuat Jian menarik sudut bibirnya dan menampilkan senyum tipisnya yang tidak Jasmine sadari membuat Jian kemudian mendekat kembali dan melepaskan pegangan tangan Jasmine “ selamat beristirahat aku juga harus segera menyelesaikan beberapa Dokumen untuk rapat besok “ ucap Jian setelah itu sedikit menundukkan kepalanya dan mencium sudut bibir Jasmine dengan lembut membuat desiran pada tubuh Jasmine Begitu Terasa membuat Jasmine bahkan menahan nafasnya ketika ciuman hangat yang terasa pada sudut bibirnya tersebut, Jian kemudian kembali menarik dirinya setelah itu mengelus pipi Jasmine dengan lembut sebelum akhirnya dirinya berbalik dan meninggalkan kamar Jasmine membuat Jasmine hanya bisa menatap pintu kamarnya tersebut dengan tatapan kosong dan detik berikutnya baru lah Jasmine  bisa menghembuskan nafas panjang  “apa Barusan aku lupa caranya bernafas?" Tanya Jasmine sambil menekan dadanya yang berdetak dengan kencang, Jasmine sadar betul Apa yang dia lakukan dengan Jian beberapa saat lalu meskipun dirinya sudah begitu banyak meminum alkohol namun jika dirinya dalam keadaan sadar ketika mencium Jian membuat Jasmine langsung mengacak rambutnya frustasi “apa yang aku lakukan, lalu apa yang harus aku lakukan besok pagi ketika bertemu dengannya "seru Jasmine Yang sepertinya merutuki dirinya sendiri karena kelancangan yang baru saja dia lakukan kepada Jian, “ tenang Mine lagi pula dia membalas ciumanku dan mengakhirinya dengan ucapan selamat malam "ucapnya sambil meyakini dirinya bahwa ciuman yang mereka lakukan karena suka sama suka jadi Jasmine  tidak harus menghindari Jian besok pagi Pikir Jasmine. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD