Husband 23

1243 Words
Jian langsung turun dari dalam mobil ketika berhenti tepat di bagian belakang sebuah galeri seni dan langsung di sambut oleh seseorang yang berpakaian rapi seperti dirinya  " Bagaimana lelang nya,?" Tanya Jian sambil berjalan masuk ke dalam gedung tersebut " Semua akan di mulai setelah Anda hadir" Jawab lelaki dengan pakaian serba hitam nya tersebut  " Baiklah kalau begitu kita langsung ke sana" Ucap Jian, mereka kemudian langsung berjalan ke sebuah aula yang sudah di hadiri oleh beberapa orang yang sebagian sudah familiar di mata Jian  " Topeng ku" Ucap Jian Membuat seseorang memberikan topeng nya dan Jian langsung mengenakan nya sebelum duduk dan menyaksikan pelelangan  dari lantai dua dan dibatasi kaca tebal itu, Jian bisa melihat proses pelelangan dengan jelas dari atas karena memang tempat itu di tunjukkan untuk Jian agar lebih mudah memantau semuanya " Di mana Dixon,? " Tanya Jian " Mungkin beliau sebentar lagi akan datang" Jawabnya dan detik berikutnya pintu terbuka menampilkan orang yang baru saja Jian tanyakan " Apa aku terlambat,? " Tanya Dixon namun baru saja dia hendak mendudukkan dirinya di sebelah Jian Alpha langsung menghentikan nya dan memberikan nya sebuah topeng " Ah ya aku melupakan nya terima kasih Alpha" Ucap Dixon  pada laki laki yang senantiasa berdiri tidak jauh dari mereka " Apa yang menarik dari lelang kali ini,? " Tanya Dixon sambil sedikit memiring kan tubuh nya pada Jian " Permata hijau itu,?  Jawab singkat Jian membuat Dixon langsung mengambil teropong yang memang di sediakan dan memicingkan matanya melihat permata yang Jian maksud " Tapi yang ku lihat itu berwarna merah" Ucap Dixon sambil menjauhkan teropong nya dan menatap ke arah Jian " Batu permata itu bernama Alexandrite" Jawab Jian " Warnanya bisa berubah sesuai keadaan, dia bisa berubah dari hijau ke merah" Lanjut Jian kembali membuat Dixon menganggukan kepalany " Berapa yang bisa dia hasilkan,? " Tanya Dixon " Sekitar dua puluh ribu dolar" " Wow lumayan, kita lihat berapa. Keuntungan yang akan dia berikan" Ucap Dixon semakin antusias dengan pelelangan kali ini " Alpha berikan daftar untuk pelelangan kali ini" Ucap Jian membuat Alpha langsung bergegas memberikan sebuah tab kepada Jian dan juga Dixon, Jian kemudian memperhatikan satu demi satu barang untuk lelang kali ini yang terbilang cukup memuaskan membuat jian menarik sudut bibir nya. " Baiklah kalau begitu akun sudah cukup Menghadiri lelang kali ini dan semuanya kau bisa memantau nya" Ucap Jian sambil Beranjak dari duduknya " Hei bagaimana dengan barang yang lain,? " Tanya Dixon " Aku menyerahkan semuanya pada mu" Jawab Jian dengan santai nya membuat Dixon berdecak dengan kesal " Lagi lagi kau menumbalkan ku" " Aku masih banyak pekerjaan di kantor" Jawab Jian " Ya baiklah bapak sekretaris kau urus saja bos mu itu" Ucap Dixon membuat Jian hanya mengangkat bahunya acuh " Alpha awasi semuanya dan aku tidak ingin kejadian seperti lelang bulan lalu terjadi" Ucap Jian membuat Alpha menganggukkan kepalanya " Ah ya aku jadi teringat tentang lelang itu, jadi siapa Yang mendapatkan lukisan abstrak itu,? " Tanya Dixon sambil menatap ke arah Jian dan Alpha " Mr,River yang mendapatkan nya" Jawab Alpha membuat Dixon menganggukkan kepalanya " Akun heran kenapa mereka mau membeli lukisan abstrak itu dengan harga yang fantastis, apa bagusnya gambar yang tidak karuan itu" Ucap Dixon membuat Jian menatap ke arah nya " Kau itu tidak mempunyai jiwa seni jadi kau tidak akan paham" Ucap Jian " Ya anggap saja seperti itu tapi aku menyukai barang seni karena harganya membuatku benar benar tergiur" Ucap Dixon dengan senyum mengembang " Ya aku tahu isi pikiran mu sekarang kau awasi lelang ini aku pergi" Ucap Jian yang hanya di angguki oleh Dixon, Jian kemudian berjalan di antar oleh Alpha melewati pintu belakang " Aku serahkan pada mu, aku sedikit tidak percaya dengan dengan lelaki pecicilan itu" Ucap Jian yang dia maksud adalah Dixon membuat Alpha mengangguk mengerti " Baik tuan" Jawab Alpha membuat Jian langsung masuk ke dalam mobil, Jian memperhatikan jam di pergelangan tangan nya setelah itu berdecak kesal karena sepertinya dirinya terlambat satu jam dari jam makan siang membuat Jian langsung memacu mobil nya dengan kecepatan tinggi Sedangkan di kantor Jasmine terlihat fokus dengan setumpuk pekerjaan yang membuat punggung nya kaku gerakan Jasmine terhenti ketika tiba tiba Rona mengetuk pintu dan masuk ruangan nya. " Bu ini sudah lewat dari jam makan siang, apa Anda tidak akan makan sekarang,? " Tanya Rona membuat Jasmine akhirnya menatap ke arah nya setelah itu menatap jam di pergelangan tangannya " Ah iya maafkan aku sudah membuat mu bolak balik ke ruanganku, baiklah kau bisa membawakan makan siang ku sekarang " Ucap Jasmine membuat Rona  pun menganggukkan kepalanya " Oh ya bisa kau sekalian panggil kan Jian ke ruangan ku" Ucap Jasmine membuat langkah Rona terhenti " Maaf Bu setahu saya Bapak Jian belum kembali ke kantor" Jawab rona membuat kening Jasmine mengerut. " Belum kembali,?  Ini sudah satu jam Lewat dari jam makan siang bukan" Ucap Jasmine " Mungkin beliau memiliki urusan penting d i luar kantor " Jawab Rona membuat Jasmine hanya terdiam sejenak sambil memikir kan keberadaan Jian  "ya sudah kalau begitu kau bisa melanjutkan tugas mu" Ucap Jasmine membuat Rona akhirnya keluar dari ruangan nya Dan Jasmine tidak bisa fokus lagi pada pekerjaan nya membuat nya mendesah panjang sambil bersandar pada kursi kebesaran nya, Jasmine heran dengan dirinya sendiri yang akhir akhir ini selalu terganggu dengan apapun yang Jian lakukan " Sepertinya aku harus mencari udara segar sejenak" Ucap Jasmine sambil beranjak dari duduknya Jasmine Berencana berjalan jalan sejenak memutari kantor untuk melenyapkan pikiran pikiran anehnya namun langkah nya kembali terhenti ketika sampai di lobi kantor Jasmine memicingkan matanya melihat dua orang yang berada tidak Jauh dari nya sedang bercengkerama sambil tersenyum membuat Jasmine lagi lagi harus menelan liurnya dengan susah payah. " Untuk apa dia datang ke kantorku" Gumam Jasmine memilih untuk mendekat ke arah Jian dan juga Fiona, Jasmine langsung berdehem. Ketika sampai didekat mereka membuat kedua orang yang tengah asyik bercengkerama tersebut mengalihkan pandangan mereka Ke arah Jasmine " Oh hai jess" Sapa Fiona membuat Jasmine sedikit mendengus ternyata dia masih memanggilnya dengan sebutan itu " Sedang apa kau di kantorku,? " Tanya Jamsmine " Oh aku hanya ingin bertemu dengan Seniorku untuk mengembalikan saputangan nya " Ucap Fiona membuat kening Jasmine mengerut " Senior,? " Tanya Jasmine " Ya Jian seniorku saat di kampus dulu" Jelas Fiona " Sudah ku katakan kau tidak perlu memanggilku seperti itu" Ucap Jian "Ya ya akun tahu, aku hanya senang menggodamu dengan sebutan itu" Ucap Fiona membuat kedua nya terkekeh di hadapan Jasmine yang tidak tahu jika kedekatan mereka sudah sejauh ini " Ternyata kalian akrab sekali" Ucap Jasmine " Benarkah, pertanda bagus kalau begitu aku memang ingin lebih dekat lagi dengan seniorku satu ini" Ucap Fiona lagi lagi mencoba menggoda Jian di hadapan Jasmine yang di tanggapi berbeda oleh kedua nya " Ayolah hentikan panggilan itu, kau membuatku menyesal Sudah memberitahumu bahwa kita satu almamater" Ucap Jian membuat Fiona semakin gencar untuk Menggodanya dengan panggilan itu " Kalau begitu lanjutkan ke akrabkan kalian aku harus kembali bekerja karena ini sudah jam Kerja" Ucap Jasmine sambil Menekan setiap Kata di akhir kalimatnya sambil pergi meninggalkan kedua orang yang menatap nya dengan tatapan heran " Sepertinya bos mu menyuruh mu untuk segera kembali bekerja " Ucap Fiona membuat Jian mengangguk kan kepalanya  " Ya sepertinya begitu, kalau begitu sampai jumpa, aku harus segera ke ruangan ku sebelum pemilik perusahaan ini memecat ku" Ucap Jian di sambut tawa renya oleh Fiona
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD