Husband 14

1068 Words
Jian dan Jasmine duduk diam dalam mobil tanpa sepatah kata pun Jian yang sesekali menatap ke arah jalan di depannya terbagi ketika dirinya tidak bisa mengabaikan Jasmine Yang sepertinya sedang dalam mood terburuknya wajahnya yang tidak bersahabat membuat Jian tidak nyaman duduk di belakang kemudi  " Kenapa kau bisa bersamanya? "Tanya Jasmine tiba tiba membuat Jian akhirnya menatap kearah  Jasmine yang masih setia menatap ke arah depan sepertinya Jasmine Enggan untuk membalas tatapan dari Jian “siapa?" Tanya Jian  memastikan yang akhirnya membuat Jasmine menatap ke arahnya dengan tatapan tidak bersahabat  “Siapa lagi kalau bukan wanita Tadi kenapa bisa kau bersamanya? "Tanya Jasmine membuatkan Jian akhirnya tahu yang dimaksud Jasmine adalah Fiona " dia klien yang aku temui saat makan malam tadi " jawab Jian membuat Jasmine  terdiam sejenak “  bukankah kau mengatakan bahwa kita akan bekerja sama dengan Arsen grup Kenapa bisa dia yang menjadi perwakilan nya? "Tanya Jasmine " aku juga baru mengetahuinya saat sampai di restoran tadi dan info yang aku dapat ternyata pemilik dari Arsen sedang berada di Jerman Untuk itulah dia yang menjadi wakil untuk bertemu denganku tadi " jelas Jian membuat Jasmine terdiam sambil kembali menatap kearah depannya, Jian disini masih merasa bingung Entah kenapa dirinya merasa jika dirinya yang bersalah saat ini tanpa tahu  kesalahan pasti yang dia buat  "apa ada masalah dengan Fiona?" Tanya Jian membuat Jasmine terdiam sejenak bahkan mendengar namanya saja membuat Jasmine merasa muak apalagi saat melihat wanita itu bersama dengan Jian "batalkan saja kerja sama kita dengan Arsen " ucap Jasmine tiba-tiba membuat Jian akhirnya menepikan mobilnya di pinggir jalan dengan keputusan Jasmine tiba-tiba " Hei kenapa kau berhenti di sini,? " Tanya Jasmine menatap kesal ke arah Jian " Kenapa tiba tiba kita harus menghentikan kerja samanya" Tanya Jian tidak mengerti dengan keputusan Jasmine yang tiba tiba seperti itu. " Setelah aku pikir pikir lebih baik kita mengambil kerjasama dengan perusahaan yang lain lebih menguntungkan daripada Arsen "jawab Jasmine dengan santainya membuat Jian hanya bisa menghembuskan nafas panjang “ tidak bisa" Ucap Jian  membuat Jasmine langsung menatap ke arahnya  "Bagaimana tidak bisa, semua keputusan ada di tanganku" ucap Jasmine Yang sepertinya tidak ingin dibantah “ Tapi sebelumnya Anda sudah menyerahkan semua wewenang tentang kerja sama dengan Arsen kepadaku dan aku sudah menyetujuinya dan sudah menandatanganinya dengan Fiona "ucap Jian yang kembali berbicara formal kepada Jasmine membuat hati Jasmine merasa tidak nyaman hanya karena Jian kembali memperlakukannya seperti atasan. Jasmine terdiam untuk beberapa saat melihat ekspresi Jian yang menatapnya dengan tatapan Tegas “Aku tidak mau tahu kau harus membatalkan kerja sama perusahaan kita dengan Arsen " ucap Jasmine  "berikan aku satu alasan kuat untuk membatalkannya" jawab Jian yang tidak mau kalah dengan semua keputusan yang Jasmine ambil dengan tiba-tiba tersebut “ Kau tidak perlu mengetahui alasannya, pemilik perusahaan adalah aku dan kau hanya bawahan ku untuk menuruti kata-kataku saja dan aku ingin segera membatalkan kerja sama itu "ucap Jasmine membuat Jian tersenyum meremehkan dirinya sendiri, rasanya ucapan Jasmine benar-benar menyentil dirinya Jasmine seolah menyadarkan bahwa dia disini hanya selaku bawahan yang tidak bisa berbuat apa apa dan sepertinya Jasmine menyadari kata-katanya yang sedikit pedas itu kepada Jian Namun karena ego yang tinggi Jasmine memilih untuk mempertahankan keangkuhannya tersebut " Baiklah sesuai keputusan Anda saya akan membatalkan  kerja sama dengan Arsen "ucap Jian dengan nada dinginnya setelah itu kembali melajukan mobilnya tanpa sepatah kata pun membuat Jasmine merasa semakin bersalah dan merasa tidak enak kepada Jian  sial Umpat Jasmine dalam hati karena merasa sudah lepas kendali mengatakan kata-kata pedas kepada suaminya tersebut, Jian langsung memarkirkan mobil setelah itu berjalan memutar dan membukakan pintu untuk Jasmine seperti biasanya “Sudah aku katakan bukan kau tidak perlu membukakan pintu untukku ketika sampai di rumah "ucap Jasmine " tapi saya harus melakukannya sebagai sekretaris Anda” jawab Jian setelah itu menutup pintu mobil dan berjalan mendahului Jasmine yang menetap punggung Jian masuk ke dalam rumah, Jasmine menghembuskan nafas kasar nya  sepertinya sikapnya benar-benar sudah keterlaluan kepada Jian membuat Jian pasti sangat marah  dan satu orang yang dipersalahkan oleh Jasmine saat ini adalah wanita yang sebelumnya bersama dengan Jian “Kenapa wanita itu harus bersama Jian, gara-gara dia aku jadi lepas kendali dan bersikap kasar kepada nya " kesal Jasmine sambil menghentak-hentakkan kakinya mengikuti langkah Jian masuk ke dalam rumah “ Selamat malam Nyonya "Sapa Elsa saat Jasmine masuk ke dalam rumah “ Malam” jawab Jasmine setelah itu menatap ke arah lantai Dua “ apa Jian sudah naik ke kamarnya? " tanya Jasmine membuat Elsa mengangguk “ Baiklah kalau begitu aku juga akan langsung beristirahat Kalian tidak usah Menyiapkan makan malam “ Lanjut Jasmine   setelah itu mulai menaiki anak tangga namun langkahnya terhenti tepat di depan pintu kamar Jian Jasmine mulai menimbang-nimbang apakah dirinya harus meminta maaf kepada Jian atau tidak namun detik berikutnya Jasmine menggelengkan kepalanya, dirinya tidak salah yang dia katakan juga benar saat dalam mengurus bisnis dirinya adalah atasannya dan suaminya tersebut hanya sebagai bawahannya pikir Jasmine berusaha bersikap seolah tidak peduli dengan kemarahan suaminya tersebut dan memilih untuk langsung ke kamarnya dan merebahkan diri di atas kasur King size miliknya, Jasmine menatap langit-langit kamarnya pikiran Jasmine kembali menerawang ketika melihat bagaimana senyum Jian mengembang saat berbicara dengan Fiona membuat rasa kesal di hati Jasmine kembali membuncah Kenapa bisa bisanya takdir mempertemukan wanita ular itu dengan suaminya pikir di Jasmine, Jasmine langsung menerawang ke beberapa tahun Di mana saat dirinya menginjak Sekolah Menengah Atas, Jasmine masih ingat betul betapa marahnya dia kepada wanita yang bernama Fiona tersebut saat laki-laki yang dia cintai lebih memilih bersama dengan wanita itu, Jasmine sampai saat ini menaruh dendam kepada Fiona yang dianggap sebagai perusak hubungannya dengan cinta masa lalu nya setelah saat itu Jasmine tidak pernah bertemu lagi dengan nya dan pertemuan tadi adalah pertemuan pertama setelah sekian lama dengan Fiona membuat Jasmine tertarik ke masa lalu dan membuat rasa tidak suka dalam dirinya kembali muncul saat melihat Fiona yang sedang bersama dengan suaminya. Jasmine mendudukkan dirinya dengan cepat setelah itu keluar dari kamar dan kini berdiri di depan pintu kamar Jian mengulurkan tangannya dan setelah itu  dengan perlahan mengetuk nya “Jian ini aku, Aku ingin bicara” ucap Jasmine namun tidak ada jawaban sama sekali “ apa kau sudah tidur Bisakah kita berbicara sebentar” ucap Jasmine kembali dan hanya keheningan yang dia dapatkan membuat Jasmine kembali terlihat kesal “sepertinya dia benar-benar  marah. Padaku” gumam Jasmine setelah itu memilih untuk kembali masuk ke dalam kamarnya. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD