KH - Perasaan

1803 Words

“Dinda, maaf hari ini saya tidak bisa mengajar ngaji. Ada keperluan mendesak yang nggak bisa saya tinggalkan.” Fahri mengirim pesan teks tersebut ke nomor Dinda. Satu centang biru berubah menjadi centang dua, namun tak kunjung berubah menjadi biru tanda jika pesan tersebut sudah dibaca. Meski sampai lima belas menit kemudian. Menghela napas, Fahri mencoba untuk menghubungi langsung. Tidak ada yang mengangkat sama sekali. Membuat Fahri berpikir mungkin Dinda sedang sibuk entah melakukan apa. Diam-diam ada rasa bersalah luar biasa di hati Fahri. Dulu dia berjanji akan konsisten mangajar di sana, tapi sekarang? Baru juga dua mingguan mengajar dia malah sudah disibukkan dengan urusan lain. “Ibu nggak mau makan kalau Pak Fahri nggak ke sini. Ibu juga nggak mau minum obat.” Begitulah kata Za

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD