Dua minggu yang lalu ... Setelah menerima pesan dari Banyu yang mengancam jika Dinda tidak pulang ke rumah maka seluruh barang peninggalan ibunya akan dibuang, Dinda pun melangkah dengan berat hati menaiki sebuah bus yang berhenti di halte. Tak terhitung sudah berapa kali dia menghela napas selama perjalanan menuju rumah Banyu. Rasa sesak pun kian menyeruak menghimpit d**a di setiap detik, karena sadar jaraknya pun kian dekat. Dinda tidak ingin pulang. Baginya rumah Banyu bukanlah tempat pulang, melainkan sebuah neraka di dunia. Di tempat itu, Dinda sering menyaksikan ayahnya memukuli ibu. Di tempat itu pula Dinda sering merasa kelaparan dengan ibu karena uang hasil dagang ibu diambil semua oleh Banyu untuk mabuk dan judi. Pun, Dinda tidak akan pernah lupa saat terakhir Dinda menyaksi

