Hari ini Ainun mengajak Fahri ke pasar. Bukan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, melainkan mencari kain untuk dijahit. Fahri tidak sendiri. Bu Zahra juga ikut bersama dengan mereka. Wajar, karena ini merupakan keperluan mereka berdua untuk masa depan. Setelah kepergian Bu Ratna, Fahri akhirnya melakukan ta'aruf pada Bu Zahra. Prosesnya tidak lama, hanya berlangsung sekitar satu minggu. Baik Pak Zaki dan Ainun berkata tidak perlu lebih lama, toh mereka sudah lama saling mengenal di sekolah. "Bagaimana dengan ini?" tanya Bu Ratna, menunjukkan sebuah kain satin berwarna peach. Zahra menyentuh kain bertekstur lembut tersebut, kemudian tersenyum dan menatap Fahri. “Zahra sih suka Bu. Tapi Pak Fahri suka?” “Hush, kamu ini. Sudah calon manggilnya masih Pak,” tegur Ainun sambil menahan

