Chapter [18]

1494 Words
Dari kejauhan seorang wanita berlari tanpa alas kaki menuju mobil sport mewah yang terparkir dipinggir jalan, tentu saja kelakuan wanita itu mengundang perhatian para pejalan kaki lainnya karena wanita itu berlari seperti orang gila menabrak beberapa pejalan kaki lainnya tanpa merasa bersalah. Untung saja wajah wanita itu masih bisa diselamatkan, masker melindunginya dari kejahatan kamera. Sampai didepan mobil Lamborghini, wanita itu dengan lancang menaruh tangannya diatas body mobil yang mengkilat. Mobil itu terlihat masih baru dan pemiliknya merawatnya dengan sangat baik, tak cukup sampai disana wanita itu juga mengitari mobil dan melihat memeriksa beberapa bagian hingga Zhang Zhenan yakin jika ini adalah mobilnya, miliknya. Siapa yang berani membawa mobilnya sampai kesini, bagaimana bisa? Bagaimana cara orang itu menjalankan mobilnya, pasti pelakunya adalah orang ahli teknologi. Zhang Zhenan mendengus, dia tahu mobilnya memang mahal dan bagus jadi wajar saja banyak orang yang mengincar Lamborghini kesayangannya. Zhang Zhenan yakin didaerah ini hanya dia satu-satunya yang memiliki mobil mahal sekelas Lamborghini, dengan santai menyandarkan punggungnya ke pintu mobil sport merah itu tak perduli dirinya saat ini yang jadi tontonan orang-orang yang berlalu lalang. Zhang Zhenan yang merasa tidak bersalah malah mengira orang-orang itu sedang manatap takjub padanya, semakin percaya diri Zhang Zhenan melipat lengannya layaknya bos membuat orang-orang itu semakin menggelengkan kepala. Seperti orang gila. Tidak tahu malu. Namanya juga orang gila. Apa ada orang gila yang memakai pakaian bagus seperti itu?. Para pejalan kaki asik bergosip sembari melewati Zhang Zhenan yang tersenyum miring kearah mereka, lihatlah orang-orang yang hanya bisa iri padanya. Mereka tidak mau bekerja tapi terus bergosip yang tidak menghasilkan apapun, tidak tahu malu. Batin Zhang Zhenan sinis. Sepertinya sudah cukup ajang pamernya, setelah ini dia masih memiliki banyak urusan dengan ibunya. Zhang Zhenan berniat menarik pintu tapi pintu itu keras kepala, tidak mau terbuka membuat Zhang Zhenan semakin kesal. Dia memukul kaca mobil itu kemudian menarik pintunya lagi namun pintu itu lagi,-lagi tidak kunjung terangkat. Zhang Zhenan mulai bermain kasar, mengerahkan seluruh tenaganya untuk mengangkat pintu mobilnya. Keberadaan Zhang Zhenan yang dipinggir jalanan ramai sontak membuat orang-orang berkerumun untuk menyaksikan Zhang Zhenan. Seorang pria baru keluar dari kedai makanan siap saji saat pejalan kaki berkerumun, pria itu melangkah dengan santai diikuti seorang wanita dibelakangnya yang membawa sekantong besar makanan dari kedai siap saji. Keduanya berjalan beriringan dan sesekali melempar candaan, keduanya berjalan melewati kerumunan itu tanpa merasa kecurigaan apapun sampai pria itu menyadari sesuatu, pejalan kaki itu berkerumun disekitar mobilnya. Pria itu melihat mobil merah yang terparkir tak jauh dari tempatnya berduri, dari kejauhan dia bisa melihat seorang wanita sedang berusaha membuka paksa pintu mobilnya. Wanita itu bahkan sampai berjongkok dan melakukan pose abstur lainnya hingga menimbulkan gelak tawa para pejalan kaki. Apakah wanita itu berusaha mempermalukan dirinya sendiri? Telanjang kaki dan mencak-mencak tidak jelas didepan mobil orang. Pria itu mempercepat langkah kakinya melihat mobil Lamborghini merah terus dipukuli bahkan ditendang oleh wanita tidak waras itu. "Xiao Jun, mau kemana?" Gadis dibelakang berteriak ketika pria itu meninggalkannya. Gadis itu mengikuti langkah cepat pria didepannya sampai mereka berhenti didepan seorang wanita berumur, ah.... Wanita ini nampaknya tidak asing dimatanya. Dia sepertinya pernah melihat wanita ini tapi entab dimana dia lupa tempatnya. Dahinya mengernyit dalam melihat wanita itu terus memukul pintu mobil Huang Jun, apa yang salah dengan wanita ini sampai dia tak mau menjadi pusat perhatian para pejalan kaki. "Hentikan!!"  Suara bariton berhasil menghentikan pukulan wanita itu yang hampir melayang ke kaca mobilnya, dia tidak berharap akan bertemu dengan wanita gila diwaktu istirahat kerjanya. Baru selesai dia mengisi perutnya tiba-tiba dia harus dihadapkan dengan masalah seperti ini. Wanita itu menoleh dengan nafas memburu melihat kearah Huang Jun, tak ada rasa bersalah sama sekali di wajahnya setelah berusaha menghancurkan mobil orang lain. "KAMU!!"  Keduanya saling melontarkan nada penuh cemooh, wanita itu menunjuk kedepan muka Huang Jun seolah memperlakukan pria itu sebagai pelaku yang pantas dianiaya. Gadis dibelakangnya tak terima dengan perlakuan wanita itu dan segera menyerobot maju didepan tubuh menjulang Huang Jun. "Ibu, tolong jaga sikap anda. Apakah sopan berteriak sambil menunjuk muka orang seperti itu?" Sarkas gadis itu. Zhang Zhenan membulatkan matanya, dia tak salah dengarkan? Gadis itu baru saja memanggilnya 'Ibu'. Apa dia mengolok-olok wajah Zhang Zhenan yang sudah terlihat tua. Zhang Zhenan yang tak terima melangkah maju memangkas jarak diantara mereka, Zhang Zhenan sama sekali tak berniat menurunkan telunjuknya. Dia malah mengarahkan telunjuknya kedepan dahi gadis itu. "Anda gadis kecil, berani sekali berkata tidak sopan pada orang tua!!" Telunjuknya hampir menyentuh dahi gadis itu tapi gadis itu tak goyah sedikitpun dengan gertakan Zhang Zhenan, malah menantang Zhang Zhenan dengan wajahnya yang menyebalkan. "Untuk apa berbuat sopan kepada wanita seperti anda!!" Emosi Zhenan tersulut, kuku tajamnya hendak menusuk dahi gadis itu sebelum akhirnya pria itu menyelamatkan, menyembunyikan gadis itu dibelakang tubuhnya. "Jangan melakukan kekerasan atau saya akan melaporkan anda." Bukannya takut Zhang Zhenan malah tertawa keras didepan wajah Huang Jun, menumpahkan air liurnya di wajah tampan itu hingga pria muda itu mengeraskan rahangnya. "Laporkan!! Ayo laporkan saja jika kamu berani.... Dokter tidak becus seperti kalian hanya berani menyuntik pasien tapi tidak berani disuntik!!" Zhang Zhenan melempar ujaran sarkas hingga tak bisa ditolerir oleh keduanya. Wanita tak waras ini sudah membawa profesi mulia mereka yang sudah ditempuh bertahun-tahun dengan sumpah dan janji mengabdi pada masyarakat lalu wanita ini dengan seenak hati mengolok-olok profesi mereka. "Saya berharap tidak pernah bertemu dengan wanita seperti anda, anda adalah wanita yang sudah berumur seharusnya anda lebih dewasa menghadapi permasalahan, seharusnya anda menjadi contoh bagi saya dan generasi muda lainnya tapi anda malah seperti luka bernanah. Setiap kita bertemu tidak pernah ada itikad baik dari anda kepada saya setelah beberapa masalah yang anda timbulkan, tidak masalah jika anda tidak meminta maaf tapi setidaknya anda tidak terus mencari masalah dengan saya." Tegas pria itu terlihat berusaha menahan emosinya. Namun percuma, semua nasihat panjang lebarnya tak berguna pada kepala batu wanita itu, tidak ada yang bisa melunakkan batu kecuali batu itu mau mengikis dirinya sendiri. "Cuih!! Anda berkata seolah saya biang masalahnya, padahal anda sendiri yang selalu memancing masalah kepada saya, saya curiga apakah anda sedang berusaha memancing perhatian?!"  Kata-kata yang diucapkan Zhang Zhenan benar-benar tak bisa ditebak. Sontak saja kerumunan disana riuh setelah mendengar ucapan Zhang Zhenan. Wanita itu tersenyum miring, dia senang melihat pemuda itu berusaha mati-matian menahan emosinya. "Anda jangan sembarang bicara! Tidak mungkin pemuda tampan seperti dia mau mengganggu wanita tua seperti anda." DUARR Mungkin benar dia tidak bisa melihat gadis itu karena bersembunyi dibalik tubuh jangkung pemuda didepannya tapi kata-kata yang diucapkan gadis itu benar-benar diluar dugaan, menembak tepat di d**a Zhang Zhenan. Wajahnya terpelintir, mulutnya ingin menyerang balik tapi tenggorokannya tak mampu mengeluarkan kata-kata dan malah tersedak dengan salivanya sendiri. Melihat wanita itu terdiam, Huang Jun tahu jika kata-kata yang diucapkan Xiao Luo berhasil menyakiti wanita itu, apalagi Xiao Luo mempermalukan wanita itu didepan banyak pasang mata. Huang Jun menyenggol lengan Xiao Luo, berusaha mencegah gadis itu agar tak berbicara lebih jauh. Gadis itupun terpaksa menelan kata-kata yang sudah diujung lidahnya, merenggut ke bahu lebar Huang Jun. Melihat kondisi keduanya sudah tenang Huang Jun memutuskan untuk membawa keduanya kedalam mobil, setidaknya dia bisa menyembunyikan kedua wanita ini dari kamera jahat yang mengelilingi mereka. "Nona Zhang, kita bisa menyelesaikan masalah kita dengan baik.... Kita bisa mencari tempat makan atau cafe untuk menyelesaikan masalah ini." Namun Huang Jun tak menyangka, niat awalnya yang ingin menyelamatkan wajah Zhang Zhenan malah digunakan wanita itu untuk mempermalukannya. "Ahh, gadis kecil apa kau mendengarnya? Pemuda yang kau sukai mengundangku makan malam... Hahahhah"  Mendengar itu Xiao Luo segera membuang muka kearah Huang Jun, gadis itu pergi dari perlindungan Huang Jun dengan raut kesal. Kini gadis itu menghadap Zhang Zhenan yang berdiri hanya satu meter darinya. "Oh lihatlah wajahnya Dokter Huang! Dokter Luo terlihat sangat terluka...."  Kontan saja Xiao Luo melempar sorot membunuh kearah Zhang Zhenan. Xiao Luo akhirnya mengingat wanita itu, dia adalah pasiennya tadi pagi. Dia tak menyangka wanita yang awalnya bermulut manis itu ternyata adalah jelmaan ular. Dia menyesal berkenalan dengan wanita itu. "Kau! Wanita tua berhentilah bicara." "Kau mengatakannya seolah-olah kamu tidak akan menjadi tua, wahh.... Aku kagum denganmu Dokter Luo." "Diam!" Keduanya menoleh kearah pemuda yang terlihat pusing itu, sedari tadi terus memijit hidungnya. "Xiao Luo, waktu istirahat kita tidak lama lagi. Kita harus segera kembali kerumah sakit, Dokter Yan menghubungiku mendadak, ada jadwal operasi tapi Dokter Yan tak bisa datang dan aku yang menggantikannya." "Kalau begitu, ayo kita segera pergi." Keduanya mengangguk, Zhang Zhenan mulai kebingungan melihat kedua orang itu pergi meninggalkannya. "Mau kemana kalian?! Aku belum selesai bicara!!" Zhang Zhenan dikejutkan dengan pintu mobil disampingnya yang tiba-tiba terangkat, padahal dia sudah berusaha mati-matian untuk membuka pintu itu tapi satu senti pun tidak bergerak. Eh, sebentar bagaimana pria itu bisa membuka pintu mobilnya dengan mudah. Kecurigaan Zhang Zhenan seketika terlempar ke Huang Jun. "Jadi kamu yang mencuri mobilku?!" Dokter Huang terkekeh. "Apa kau tak waras?! Ini mobilku!" "Jelas ini mobilku, merk dan warnanya sama." "Apa kau kira hanya ada satu mobil Lamborghini di dunia ini?!" Sarkas Dokter muda itu sebelum akhirnya menginjak pedal gas meninggalkan Zhang Zhenan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD