Terdengar suatu motor Albi yang memasuki halaman rumah mereka. Indi yang baru selesai menidurkan bayinya pun keluar dari kamarnya, menutup kamarnya dan menunggu cowok itu untuk masuk ke dalam. Tidak lama kemudian, Albi masuk setelah melepaskan sepatunya dan meletakkannya di rak sepatu seperti biasa. Albi memang sangat teratur dan disiplin. Sehingga segala sesuatu memang sudah sengaja diorganisir sendiri. Termasuk hal-hal kecil seperti meletakkan barang-barang yang telah dipakainya ke tempat semula. Seperti biasanya, Albi hanya menatap Kakaknya sekilas dan mengabaikan perempuan itu tanpa mengatakan apapun. Albi malas berdebat. Dia malas bicara dengan keluarganya sendiri. Lebih baik diam, 'kan? Dia tidak ingin mengeluarkan kata-kata saktinya yang akan melukai hati dan perasaan mereka. Apala

