Albi memarkirkan motornya di tepi danau buatan yang selalu didatangi setiap kali pikirannya penuh. Tidak ada yang menemaninya sekarang—tidak ada teman-temannya ataupun pacarnya. Dia benar-benar sendirian sekarang. Sesekali, dilemparkannya kerikil kecil ke dalam danau yang tenang. Membuat gelombang kecil yang terlihat di sana. Albi terseret pada kenangan masa lalunya. Tapi berusaha untuk tidak dimunculkan kembali di dalam ingatannya. Albi banyak mempunyai luka batin dan banyak hal yang tidak bisa dirinya tangani karena dia hanyalah remaja. Terlahir bukan dari keluarga kaya. Tidak mempunyai keluarga harmonis yang selalu dibanggakan orang lain di depannya. Selalu dituntut untuk bisa melakukan segalanya tanpa cacat cela sedikitpun. Albi memang cukup pintar, namun Albi sudah sangat lelah berus

