123. Pernyataan dan Balas Dendam

2504 Words

Semua orang di ruangan itu menatap ke arah pintu—di mana Shena mulai berjalan masuk dengan santai. Cewek yang mempunyai beberapa luka dan lebam di mana-mana itu hanya bisa tersenyum, memberikan sapaan ke arah semua orang yang ada dalam ruangan tersebut. Di dalam ruang tersebut ada murid lainnya; Liliana dan Rilo. Shena duduk tenang dan menatap keduanya setelah memberi senyuman. Shena seperti tidak punya beban sama sekali. Padahal beberapa orang tua wali yang berada di sana saling bergunjing karena tatapan mata cewek itu dan senyumannya yang terlihat menyebalkan. Padahal, bagi Shena sendiri, tidak ada yang aneh dari senyumannya. Tetapi orang-orang seringkali salah paham karena sejak awal tidak menyukai dirinya. Shena dianggap sebagai cewek nakal yang sering melakukan tindakan bully, sepert

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD