119. Pulang

1088 Words

Beberapa hari telah berlalu. Entah bagaimana keadaan di luar ruangan ini. Apakah dingin atau panas? Shena tidak hidup dengan ponsel lagi. Entah apa yang membuat Papinya memilih untuk mengambil ponselnya untuk sementara. Cewek itu tidak banyak mengelak atau protes seperti biasa. Shena hanya membiarkan saja apa yang akan dilakukan Papinya atau orang-orang yang ada di dekatnya untuk melakukan sesuatu. Shena tidak terlalu peduli. Dokter yang menanganinya mengatakan jika dirinya memang membutuhkan perawatan dari psikiater untuk menyembuhkan traumanya pasca percobaan bunuh dirinya yang gagal. Mereka mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan bahwa dia mungkin saja akan melakukan lagi hal yang sama karena kali ini gagal untuk mati. Tapi entahlah! Apakah Shena masih mempunyai semua keberanian itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD