Terkuak

1303 Words

Tuduhan di Malam Pertama Bab 22 : Terkuak Tanpa disadari, air mata mulai membanjir wajah. Vaulin segera mengubah posisi berbaring dengan menghadap dinding dan membelakangi Zaki. Kalau sudah begini, mulai terpikir olehnya untuk mengakhiri hidup. Ia menangis dalam diam, semua kejadian yang membuat hidupnya berantakan mulai berputar di kepalanya. Zaki yang mendengar suara isakan dari istrinya itu segera membalikkan badan dan mendekat. “Dek, kamu nangis? Hey, kenapa?” Zaki mengintip dari belakang, dengan menongkatkan tangannya pada kepala. Vaulin tak memperdulikan Zaki, ia terus saja menangis. “Hey, jangan nangis! Kakak nggak marah kok sama kamu, cup ... cup ... jangan nangis dong istriku sayang .... “ bujuknya dengan memeluk Vaulin dari belakang. “Isshh ... nggak usah meluk-melu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD