Bagus melepas helm yang mengamankan kepalanya. Ia juga mematikan mesin motor jantan berukuran besar milik Damar yang ia pinjam beberapa saat lalu. Perlahan ia turun dan menghampiri pagar yang berdiri kokoh di depan rumahnya Windy. Cowok itu memencet bel, memberikan sebuah pemberitahuan pada orang rumah atas kehadirannya. Kaki beralaskan sendal jepit warna hitam itu tak berhenti bergerak. Tangan yang membawa kantung plastik berisikan dua jenis martabak yang katanya adalah kesukaan Windy juga diam-diam mulai dingin. Grogi. Ini pertama kalinya Bagus mampir ke rumah cewek dengan modal motor pinjeman, dua martabak, dan mengenakan kemeja koko serta sendal jepit hitam. "Elah, Gus. Nganter martabak doang pake grogi segala," gumamnya. Tak lama seseorang yang ia kenal pun muncul dari bal

