Happy Reading! Anya menatap pria yang tiba-tiba saja datang dan mengaku sebagai calon menantunya. Bahkan pria bernama Gigah itu membawa banyak hadiah dan sekarang sedang memotong apel untuknya. "Nak Gigah pertama kali bertemu Eva di mana?"tanya Anya membuat Gigah segera mendekat. Ini waktu yang tepat untuk mendekatkan diri dengan calon mertua. "Di sekolah. Dulu Eva masih sekolah."jawab Gigah jujur. Dia harus terlihat seperti pria polos dan baik. Anya mengangguk, jadi sudah kenal lama. Tapi kenapa Eva tidak pernah cerita apapun. Justru seingatnya dulu, putrinya malah mengagumi pria lain."Kamu guru magang atau---" "Tidak. Sebenarnya sahabat Eva adalah keponakan saya." "Maura?"kaget Anya lalu menggeleng pelan. Semoga saja bukan, batinnya. Gigah langsung mengangguk. Maura adalah saha

