Happy Reading! Eva menabur bunga di makam putranya kemudian meletakkan satu mainan di sampingnya. Sudah enam bulan berlalu, namun Eva terus saja datang ke sini setiap minggu dan tidak lupa membawakan Gada mainan. Meski sudah berusaha ikhlas namun nyatanya masih saja berat. Eva mungkin tak sempat melihat anaknya setelah dilahirkan namun dalam mimpinya, anak itu selalu datang. Gada terlihat sangat bahagia dalam mimpinya, namun saat terbangun Eva tetap saja menangis. Rasa rindunya benar-benar menggunung, Eva sangat ingin memeluk anaknya. "Datanglah lagi pada mama, sayang."pinta Eva pelan. Kali ini, jika ia diberi kesempatan untuk mengandung lagi, maka Eva akan menjaga dengan nyawanya. Eva menghapus air matanya lalu berdiri, namun saat berbalik ia melihat suaminya. "Mas."panggil Eva pel

