Happy Reading! "Huekk.. " Eva terus memuntahkan isi perutnya. Bahkan hampir mengosongkan sarapan yang tadi pagi ia makan. Gigah sendiri dengan telaten mengurus Eva. Dia membantu merapikan rambut wanita itu lalu mengusap punggungnya. "Mas kan sudah bilang jangan makan rujak terlalu banyak."ucap Gigah khawatir lalu perlahan mengusap perut Eva. "Huekk" Eva hanya bisa memasrahkan tubuhnya pada om Gigah, karena ia sudah sangat lemas. Bahkan untuk mencuci mulut saja, ia harus dibantu. Tubuhnya benar-benar lemah setelah muntah. Begitu keluar dari kamar mandi, Eva langsung berbaring sambil mengusap perutnya. Rasanya hamil ternyata seperti ini, dulu ibunya mungkin juga mengalami hal yang seperti ini. "Rujaknya mas buang saja ya?"tanya Gigah. Pasalnya gara-gara itu, Eva muntah terus mener

