20

660 Words

Happy Reading! Eva tersenyum saat mereka tiba di rumah, namun senyuman itu seketika menghilang saat ia mengingat ibunya. Setelah pergi hari itu, ia tak pernah bertemu mamanya lagi. Hanya Maura yang sesekali pergi menggantikannya. 'Tapi om Gigah pasti tidak akan mengijinkanku pergi.' batin Eva sendu. Jangankan pergi keluar sendiri, ke kamar mandi saja kadang sulit. "Mas."panggil Eva pelan. Meskipun tahu bahwa tidak akan diijinkan, ia akan tetap mencoba. "Iya, sayang?"sahut Gigah lembut. Eva mencoba menguatkan hatinya, tidak masalah kalau ditolak."Aku ingin pergi ke rumah sakit." Gigah mengernyit lalu menatap tubuh istrinya."Apa sesakit itu?" "Hah? Apanya yang sakit?"tanya Eva bingung. Gigah menatap bagian sensitif wanita itu membuat Eva segera menyilangkan tangan. "Bukan yang in

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD