"Pulang ya?" Badai menggelengkan kepalanya saat mendengar rengekan Embun. Sebenarnya Embun sudah lebih sehat. Hanya saja Badai masih khawatir. "Lah aku kan udah sehat. Udah doyan makan juga. Jadi ngapain di sini coba? Bau obat. " Embun kini menggembungkan pipinya dan membuat Badai tersenyum. Dia duduk di tepi brankar dan sedang membantu Embun memakai bajunya. Embun baru saja selesai di basuh tubuhnya. "Ndut jangan ngeyel. Kamu itu masih sakit. Nanti gak kuat lagi kalau harus pulang." Embun kini menatap Badai yang tengah mengancingkan piyama yang di berikan rumah sakit kepada Embun. "Aku kan udah mau makan Dai. Dan juga gak mual muntah lagi. Buat apa di sini. Aku udah bisa jalan. Udah bisa makan. Udah bisa apapun itu." Badai langsung menyentil kening Embun membuat

