17 BOSAN

916 Words

Badai mengusap-usap pipinya lagi. Bukan karena di tampar lagi. Bukan. Tapi dia terkejut saat tadi Embun tiba-tiba mengangguk dan mengecup pipinya secara tiba-tiba. Tentu saja Badai masih dalam keadaan terkejut saat Embun membuka pintu dan langsung melompat keluar dari dalam mobil.   Amazing. Menurut Badai begitu. Padahal tadi dia mau menggoda Embun dengan mencium bibirnya, tapi malah dia yang tidak bisa berkutik dengan ciuman Embun di pipinya.   "Dai dari tadi pagi sampai sore gini kenapa belum mandi?"   Celetukan Kak Aya membuat Badai menoleh dengan malas. Dia mengganti-ganti Chanel televisi. Dia memang masih berada di rumah keluarganya. Dan juga masih cuti.   Harusnya dia mengajak Embun bulan madu saat ini. Tapi apa daya toh wanita itu menolaknya mentah-mentah. Lagipula Badai ju

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD