19 AKHIRNYA

1071 Words

Badai akhirnya mandi. Dia merasa keki di bilang bau oleh Embun. Wanita itu sungguh membuatnya kesal. Lagipula badannya juga gerah selama menunggu Embun di klinik tadi.   Badai membuka pintu kamar mandi dan mengusap rambutnya yang basah dengan handuk. Tapi dia terkejut saat menatap kasur, Embun tampak berbaring dan tertidur pulas. Dasar.   Badai menggelengkan kepalanya saat melihat baju Embun belum diganti.   "Tadi bilang aku bau dan memaksaku untuk mandi. Tapi sekarang dianya sendiri yang jorok."   Badai mengamati Embun yang memang sudah tertidur pulas. Rambutnya yang panjang kini tergerai di atas bantal. Menutupi sedikit wajahnya.   "Pipi tembem."   Badai mengambil selimut dan kini menyelimuti tubuh Embun. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya. Tapi kemudian terdengar suara ketuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD