"Kalau boleh saya tahu ada keperluan apa Pak Bram datang ke sini mencari istri anda?" tanya Clarinta penasaran sambil menyesap minuman dingin bagiannya. "Aaah biasa soal bisnis!" "Apa anda sering bertengkar sama Hanna?" tanyanya lagi. Kening Ibrahim Pasha mengerut ke tengah seraya bertanya, "Bertengkar? Ngomong keras sama dia aja, aku nggak berani. Bagaimana kami bisa bertengkar?" sahutnya sedih. "Jadi dengan kata lain, anda nggak pernah marah sama dia?" Ibrahim Pasha menggeleng dan menoleh padanya dengan tatapan aneh. "Ngomong-ngomong kenapa anda jadi ingin tahu?" tanyanya heran. Perempuan itu jadi salah tingkah. "Oh eeh ... nggak apa-apa. Kalau begitu kami permisi dulu. Karena ternyata Hanna nggak ada di rumah, terima kasih untuk ngobrol-ngobrolnya. Selamat sore!" Mereka bert

