Bram berada dalam dilemma yang cukup besar malam itu, di satu sisi ada Hanna—rekan bisnisnya—yang meminta pertolongan padanya di dini hari begini, di sisi lain ada Clarinta—istrinya yang tampaknya tidak suka dengan telpon dari Hanna tersebut. Laki-laki itu yakin pasti ada sesuatu yang terjadi pada Hanna sehingga dia menelponnya pagi-pagi buta begini, sementara Clarinta menunjukkan aksi protesnya dengan menutupi wajah dengan bantal. Dia mulai tidak suka dengan keberadaan kolega bisnis suaminya yang sepertinya mulai suka mengganggu, apalagi di pagi-pagi buta seperti ini seorang perempuan menelpon suami orang? “Apa pantas?” batinnya kesal. "Kay, please ... jangan begini. Aku bingung, aku nggak tahu apa yang harus aku lakukan?" Bram berusaha membujuk istrinya dengan membuka paksa bantal yang

