Sesampainya di Dubai Internasional Airport saat itu jam 10 malam atau jam 2 pagi waktu Jakarta, mereka transit selama kurang lebih tiga jam di sana. Sambil menunggu pesawat berikutnya yang akan membawa mereka ke London, Bram mengajak Clarinta untuk menikmati kopi di salah satu café yang ada di Bandara Dubai Internasional. "Kamu tau di mana dia tinggal?" Tiba-tiba Bram memecah keheningan di antara mereka sambil sesekali menyesap capucinno perlahan dan menyapu tatapannya ke area café yang cukup ramai, berbagai macam ras manusia ada di sana. Clarinta mengendikkan bahunya ke atas seraya berkata, "Aku nggak tahu, tapi aku yakin kita bisa menemukannya, karena menurut Alva, mahasiswa dari Indonesia yang kuliah di Oxford itu bisa dihitung dengan jari. Jadi aku yakin kita bisa menemukannya!" sahu

