Sesampainya di rumah sakit, Bram bergegas menuju ke meja recepsionis untuk menanyakan keberadaan sang istri. Informasi yang didapat kalau gadis itu masih berada di ruang UGD (unit gawat darurat). Setibanya di ruang UGD, dilihatnya ada banyak pasien yang berjejer rapi di atas tempat tidur mereka masing-masing, tapi Clarinta tidak ada di antara mereka. Bram jadi semakin gelisah dan berusaha mencari-cari istrinya. Saat itu ada seorang dokter perempuan, lengkap dengan jas putih dan stetoskop yang menggantung di leher datang menghampiri. Laki-laki itu merasa lega. “Ada yang bisa saya bantu, Pak?” "Dimana istri saya, Dok?" tanyanya cemas. "Istri anda ...?" "Clarinta! Maksud saya Nyonya Clarinta Ramaniya Bachtiar!" sela Bram cepat dengan ekspresi wajahnya yang cemas dan panik. Dokter itu me

