Keduanya saling bertatapan di depan meja yang sudah di penuhi makanan. "Bisa gak sih ganti pakaian dulu, apa gak risih cuma pakai handuk doang!" gerutu Kanaya. Berbagai makanan sudah terhidang di depan mereka, Ethan sengaja memesan banyak makanan karena beberapa hari ini mereka makan tak layak. "Untuk apa mengganti pakaian, toh nanti akan di lepas juga," ujar Ethan tenang. Kanaya berdecak kesal "Terserah deh!" gerutunya. Kanaya mengambil piring yang berisi steak daging, lalu memotong-motong steak itu sebelum masuk ke mulutnya, jujur dia pun sudah sangat lapar. Ethan hanya memperhatikan dengan seksama setiap gerakan Kanaya. Bibirnya terangkat sedikit melihat Kanaya yang begitu rakus menikmati makanan tanpa harus memperhatikan etika. Ia masih ingat betul saat bersama Clarista, wa

